free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Hukum dan Kriminalitas

Penyelidikan Polisi, Satu Keluarga Tewas di Kabupaten Malang Diduga Bunuh Diri

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : A Yahya

13 - Dec - 2023, 03:39

Loading Placeholder
Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat (kemeja putih) saat menjelaskan perkembangan hasil penyelidikan terkait tewasnya satu keluarga di Kecamatan Pakis pada Selasa (12/12/2023). (Foto: Ashaq Lupito / JatimTIMES)

JATIMTIMES - Peristiwa tewasnya satu keluarga bapak ibu dan satu anak, di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang hingga kini masih didalami polisi. Dugaan sementara, ketiga korban yang merupakan bapak, ibu, dan satu anak kandungnya tersebut meninggal karena bunuh diri.

Dugaan tersebut mencuat setelah pihak kepolisian Polres Malang dan Polsek Pakis mendatangi lokasi kejadian guna melakukan serangkaian penyelidikan sekaligus olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sesaat setelah peristiwa tewasnya para korban pada Selasa (12/12/2023).

Baca Juga : Satu Anak Selamat dari Sekeluarga Diduga Tewas Bunuh Diri Bakal Dirawat Kakek

Dugaan sementara yang menyebutkan para korban meninggal karena bunuh diri tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat, saat ditemui awak media di lokasi kejadian pada Selasa (12/12/2023). "Jadi dugaan sementara mengarah sepertinya bunuh diri (yang) dilakukan oleh satu keluarga," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, para korban yang ditemukan tewas merupakan pasangan suami istri bernama Wahaf (44) dan Sulikhah (40), serta satu anak perempuannya berinisial R (12). Sementara itu, satu anak kembaran dari R yang dikabarkan selamat diketahui berinisial K. Paska kejadian, anak perempuan berusia 12 tahun tersebut ditemukan hidup.

"Kejadiannya tadi (Selasa, 12/12/2023) pagi, diketahui pertama kali oleh tetangga sekitar rumah. Bahwa ada anak yang minta tolong. Kemudian oleh tetangga tersebut dicek di dalam kamar, ditemukan ada tiga orang," ujar Gandha.

Tiga orang yang dimaksud tersebut adalah bapak, ibu, dan satu orang anak. Di mana, sang ibu dan satu orang anaknya saat pertama kali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Sedangkan yang atas nama W (bapak) itu dalam keadaan tangannya mengeluarkan darah. Lukanya cukup dalam akibat sayatan. Langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Kemudian informasinya meninggal di rumah sakit," jelasnya.

Kejadian tersebut kemudian oleh warga dilaporkan kepada pihak kepolisian. Mendapat laporan, petugas gabungan dari Polres Malang dan Polsek Pakis kemudian mendatangi lokasi kejadian dan memasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan. "Setelah olah TKP ditemukan fakta bahwa terdapat dua mayat yang sudah meninggal dunia berjenis kelamin perempuan," imbuhnya.

Kedua korban tersebut, diterangkan Gandha, adalah ibu dan anaknya. Pada saat olah TKP, keduanya ditemukan di atas kasur. "Keduanya ditemukan meninggal dunia dengan posisi terlentang di kasur seperti disusun. Informasi dari petugas olah TKP, (ditemukan) dengan keadaan mulut mengeluarkan busa, dan bau mulutnya ada sedikit bau menyengat," jelasnya.

Masih berdasarkan hasil olah TKP, dijelaskan Gandha, sesaat sebelum dikabarkan meninggal di rumah sakit, sang suami ditemukan dalam kondisi kritis di lantai kamar. "Suami ditemukan di lantai di ruang kamar. Seperti lemas gitu karena kekurangan banyak darah. Untuk yang bapak itu, ada luka sayatan di pergelangan tangan, cukup dalam. Sehingga mengeluarkan darah yang cukup banyak," ujarnya.

Dalam serangkaian olah TKP tersebut, polisi juga memeriksa setiap sudut rumah para korban ditemukan meninggal. Hasilnya, polisi menemukan gelas dan kemasan obat nyamuk cair.

"Di sekitar mayat itu ada gelas yang masih berbau menyengat dan di tempat sampah ditemukan bekas bungkusan obat nyamuk cair," terangnya.

Baca Juga : Empat Kamera ETLE Sudah Terpasang di Simpang Sabilillah Kota Malang

Selain gelas dan kemasan obat nyamuk cair, lanjut Gandha, polisi juga menemukan sebilah pisau yang diduga digunakan oleh korban atas nama Wahaf untuk bunuh diri. Yakni dengan cara menyayat pergelangan tangannya berulang kali.

"Kemudian di sekitar TKP ditemukan juga sisa obat nyamuk cair, gelas. Untuk pisau juga ditemukan di dalam kamar," ujarnya.

Rencananya, dalam waktu dekat ini polisi akan melakukan autopsi terhadap para jenazah. Hal itu dilakukan guna memastikan motif maupun penyebab dari tewasnya para korban. "Motif masih kami dalami, saat ini untuk tiga mayat masih berada di rumah sakit. Menuggu persetujuan autopsi dari pihak keluarga," tuturnya.

Sementara itu, untuk satu anak yang masih selamat, saat ini telah diberikan pendampingan secara intensif oleh petugas gabungan yang juga melibatkan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang.

"Satu keluarga ini beranggotakan empat orang. Bapak, ibu, dan dua putri, kebetulan putrinya (anaknya) kembar. Namun untuk satu orang putri masih hidup, saat ini masih dalam pendampingan dari Unit PPA dan psikolog," tukasnya.

Pemberitaan dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi para pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, disarankan segera mengkonsultasikan persoalan anda kepada pihak-pihak yang dapat membantu. Seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Jika anda atau seseorang yang anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki kecenderungan untuk bunuh diri, silahkan hubungi dokter kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya

Hukum dan Kriminalitas

Artikel terkait di Hukum dan Kriminalitas

--- Iklan Sponsor ---