JATIMTIMES - Atap musala Ar Rahman, Dusun Gegunung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan ambruk. Kejadian tersebut saat jamaah usai melaksanakan shalat maghrib. Beruntung atap tersebut tidak langsung runtuh.
Di sisi lain, masyarakat saat ini kondisinya serba sulit. Karena mayoritas jamaahnya adalah petani, sedangkan masa kemarau ini, petani sedang tidak memiliki tanaman. Sehingga swadaya yang dilakukan masih sangat kurang mencukupi kebutuhan.
Baca Juga : Aksi Pembunuhan Perangkat Desa di Tuban, Pelaku Kabur dan Minta Air Minum Warga
Mendengar kesulitan ini, Wakil Bupati Tuban, Riyadi, turun tangan dengan langsung meninjau musala yang berada di Kecamatan Singgahan tersebut. Wabup berdialog dengan masyarakat. Sehingga selain dapat membantu rehap musala juga mendapatkan banyak keluhan para petani jagung.
Selama ini, mereka masih merasa menjadi "anak tiri". Akibat pupuk subsidi tidak mendapatkan jatah karena kenalan yang dilakukan oknum Agen maupun Poktan. Meski pun hasil panen jagung dianggap prestasi pemerintah.
"Semoga ke depan perhatian terhadap hal-hal bersifat keagamaan semakin dapat terperhatikan. Saat ini saya lakukan karena panggilan jiwa pribadi dan rutinitas pribadi. Semoga ke depan, rumah ibadah, pendidikan agama maupun aktivitas keagamaan mendapat perhatian yang cukup," katanya.
Disoal masih banyaknya keluhan masyarakat, khususnya bidang pertanian, Wabup yang baru saja diwisuda magister dari Unair Surabaya ini menegaskan saat ini dirinya hanya mampu mengusulkan.
"Jika ada amanah saya mampu memutuskan, semoga kedepannya kondisi ini tidak terjadi lagi. Para petani mendapatkan perhatian hang cukup," tegasnya.
Baca Juga : 10 Jam Pengejaran, Pelaku Pembacokan Sekretaris Desa Berhasil Diamankan
Ketua Pengurus Mushala Ar Rahman, Saekun mengaku kaget dengan kehadiran Wabup Tuban. Karena pihaknya tanpa memohon atau mengundang, tapi bernisiatif datang dan membantu.
"Masyarakat sini sangat terbantu, beliau orangnya peduli dan merakyat. Semoga jariyah beliau dibalas berlipat ganda dari Allah SWT," ungkapnya.