JATIMTIMES - Selamat Hari Raya Iduladha 1444 H! Ya, momen iduladha identik dengan penyembelihan hewan kurban yang didominasi dengan hewan sapi dan kambing.
Usai disembelih, pastinya para ibu-ibu akan mengolahnya menjadi santapan spesial dalam rangka Hari Raya Iduladha. Biasanya menu yang dihidangkan mulai sate, tongseng hingga rendang.
Baca Juga : Dinkes Kota Batu Bagikan 8 Tips Aman dan Sehat Konsumsi Daging Kurban
Meski begitu, ada baiknya jika kalian bisa bijak dalam mengonsumsi hidangan iduladha. Sebab daging merah seperti sapi, kambing dan domba merupakan salah stau sumber lemak jenuh yang memicu kolesterol tinggi. Apalagi jika disajikan dengan masakan bersantan tentu bisa memperburuk kolesterol.
Lantas Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Decsa Medika Hertanto SpPD membagikan edukasi soal salah persepsi yang kerap muncul di masyarakat tentang obat kolesterol golongan Statin.
"Musim kurban gini banyak yang memakai obat kolesterol (golongan statin) untuk dikonsumsi sesaat aja dengan dalih 'kan pas makan daging takut kolesterol naik, jadi pas habis makan langsung minum statin'," tulis dr. Decsa mengawali utasnya di Twitter @decsamh.
Lebih lanjut, dr. Decsa menjelaskan bahwa Statin adalah obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Obat ini biasanya diresepkan oleh dokter untuk menurunkan kolesterol sebagai pencegahan jangka panjang penyakit jantung dan stroke.
"Namun, beberapa orang mungkin berpikir bahwa minum statin saat ada perayaan besar seperti kawinan, makan all you can eat, atau pas musim kurban ini dapat membantu melawan efek dari makan daging, jeroan, atau gorengan," cuit dr. Decsa.
Padahal sebenarnya, kata dr. Decsa, Statin bekerja secara perlahan dalam tubuh dan membutuhkan waktu untuk mengendalikan kadar kolesterol.
"Minum statin hanya saat perayaan besar tidak akan memberikan manfaat instan," ujarnya.
Lantas berapa lama Statin bekerja untuk menurunkan kolesterol? Menurut dr. Decsa, ada beberapa study yang menyebutkan jika Statin baru berefek setelah 6 minggu setelah terapi. "Ini ada study (tdk bs di generalisir ya, utk insight aja) statin baru berefek 6 mgg stlh memulai terapi," ungkapnya.
Hanya saja, dr.Decsa menekankan jika obat kolesterol itu bekerja juga perlu waktu. "Kecil kemungkinan efeknya langsung instan," katanya.
Baca Juga : Berkurban, Pemkot Batu Serahkan Hewan Kurban di 26 Masjid
Lebih lanjut dr.Decsa menjelaskan perlu pengawasan dokter jika Statin dikonsumsi dalam jangka panjang. Karena efek samping obat kolesterol ini dapat mempengaruhi organ hati, pencernaan, dan otot. "Yang paling berat bisa menyebabkan rhabdomyolisis yang berdampak pada ginjal," cuitnya.
Selain itu, kata dr.Decsa penggunaan statin juga harus diimbangi dengan pola makan sehat dan olahraga. Jadi, minum statin bukanlah jalan pintas untuk 'bebas' makan daging-dagingan, jeroan, gorengan, dan lainnya secara berlebihan.
"Bagi orang dengan resiko tinggi penyakit jantung, diabetes, stroke atau ginjal, makan berlebihan saat perayaan besar tetap harus dihindari meskipun mereka minum statin secara rutin," tegasnya.
"Ingat ya temen2 bahwa tujuan utama statin adalah untuk menurunkan kolesterol dalam jangka panjang dan mencegah penyakit jantung dan stroke. Mereka tidak ditujukan untuk 'mengobati' makan berlebihan," tandas dr.Decsa.
Nah, dr.Decsa menyarankan jika kalian ingin menikmati makanan daging tanpa menambah risiko kesehata, maka lebih baik kontrol porsi makan dan tetap berolahraga. "Olahraga lah jika ingin makan enak (seperti) slogannya @tirta_cipeng (dr.Tirta)," ungkap dr.Decsa.
"Selamat Idul Adha Temen2. Semoga bisa memberi berkah untuk kita semua. Nikmati daging sapi dan kambingnya, jaga porsinya, kurangi garemnya dan jangan lupa gas olahraga!," saran dr.Decsa.