JATIMTIMES - Jelang Idul Adha 1444 H atau 2023, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Batu mulai membekali para juru sembelih di Masjid Agung An-Nur, Jumat (23/6/2023). Mereka sekaligus mendeklarasikan juru sembelih halal (juleha) yang diberi nama Juru Sembelih Nahdlatul Ulama (Jusnu).
Pendidikan dan pelatihan (diklat) Jusnu itu dihadirkan untuk para ranting di 24 desa/kelurahan di Kota Batu. Terlihat para peserta yang memenuhi aula Masjid Agung An-Nur Kota Batu sangat antusias mendengar dan melihat materi yang diberikan oleh tim Juleha Jawa Timur dan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kota Batu.
Baca Juga : Khairan Media, Jasa Web Design Profesional Persembahan Dendi Dwiputera
Seperti yang dipraktikkan oleh Eko Saputro, widyaiswara ahli muda BBPP Kota Batu, dengan metode perebahan sapi kurban. Salah satunya adalah rope squeeze.
Melalui metode ini, pertama siapkan tali utama berbahan nulon atau multifilament berukuran 10-12 meter dengan diameter 18 sentimeter. Juga tali berukuran masing-masing 3 meter.
“Jangan menggunakan tali propylene yang biasanya dipakai itu karena bahannya keras. Jadi, itu tidak menyenangkan untuk sapi,” ucap Eko.
Untuk mempraktikkannya, Eko mengajak para peserta untuk ke depan.

Setidaknya untuk menyembelih kurban, harus ada lima orang. Mulai dari pawang sapi memegangkepala sapi, satu orang menginstal tali kiri dan kanan, dua orang yang mengikat kaki depan dan belakang.
“Kalau menyembelih harus dilakukan dengan menyenangkan hewan agar tidak stres. Jika stres, daging akan cepat busuk dan berbau amis,” imbau Eko.
Sementara itu, Ketua PCNU Kota Batu Nur Rahmad mengatakan, dihadirkannya diklat untuk membekali para Jusnu agar memiliki pengetahuan cara menyembelih kurban dengan tepat dan benar. Sebab banyak di antara mereka merupakan pengurus masjid.
Baca Juga : Korban Ledakan di Kota Batu Meninggal, Polres Batu Tetap Lakukan Pemeriksaan Saksi
“Rata-rata di ranting ini merupakan pengurus musala maupun masjid. Jadi, setiap Idul Adha jadi panitia penyelenggara kurban sehingga perlu dibekali Jusnu,” ucap Nur Rahmad.
Dehgan bekal pelatihan itu, mereka tidak perlu ragu dan takut saat menyembelih hewan kurban. Apalagi jika dihadapkan dengan hewan kurban yang besar seperti sapi. “Semoga dengan materi yang diberikan bisa bermanfaat saat proses penyembelihan hewan kurban,” harap Nur Rahmad.