JATIMTIMES - Media sosial Twitter dihebohkan dengan narasi yang menyebutkan dugaan Lapas Kelas I Malang terkait dengan PT Natur Palas Indonesia (Jeera foundation), perusahaan yang disebut milik Tema (Yamitema) Laoly, anak Menkumham Yasonna Laoly. Narasi itu seperti diunggah oleh akun Twitter @PartaiSocmed.
Dalam cuitannya, Partai Socmed mengawali narasi dengan menceritakan dugaan bisnis dan monopoli yang dilakukan oleh Tema Laoly. Narasi itu diberi judul "Bisnis gurih rutan/lapas anak Menkumham Yasonna Laoly". Di awal paparannya, akun tersebut juga mengklaim memilik bukti valid soal hal itu.
Baca Juga : Kakek 69 Tahun Tewas saat Berhubungan Intim dengan PSK
"Disclaimer: Materi yg kami sampaikan dalam thread ini adalah berdasarkan bukti2 yg valid. Tidak ada tuduhan atau asumsi apapun dalam thread selain pemaparan bukti2 saja. Segala kesimpulan yg dibuat oleh netizen diluar tanggung jawab kami," tulis akun tersebut.
Bukti keterkaitan bisnis dan monopoli yang dilakukan oleh Tema Laoly yang pertama diunggah adalah potret saat Jeera memberikan pemaparan kepada pengurus dan anggota Koperasi Rutan Klas I Palembang. Potret itu dibagikan oleh JEERA melalui akun Facebook Jeera Foundation, pada 23 Desember 2018.
"#Repost @rutan_palembang. Rabu, 19/12/2018. Seluruh pengurus dan Anggota Koperasi Rutan Klas I Palembang berkumpul di Aula Rutan untuk mendengarkan pemaparan oleh pihak PT. Natur Palas Indonesia (JEERA). Sehubungan dengan telah dilakukannya peninjauan langsung oleh perwakilan pengurus Koperasi Rutan Palembang ke Koperasi Rutan kelas I Cipinang dan Koperasi Lapas kelas Il Kerobokan yang telah menjadi mitra PT. Natur Palas Indonesia (JEERA). #jeera #eerainstitute #jeera2018 #jeerafoundation #rutanpalembang #collaboration #cooperation #program #pembinaanmerata," tulis unggahan Jeera Foundation yang juga menyertakan foto kegiatan.
Lebih lanjut, akun tersebut juga menelusuri hubungan antara Jeera dengan Tema Laoly. Dari hasil penelusuran itu, ditemukan melalui channel Youtube Jeera Foundation bahwa Tema Laoly adalah Chair Man, Jeera Foundation.
"Tim Jeera Foundation :
- Tema Laoly (Jeera Foundation - Chair Man)
- Tony Partono (Jeera Foundation - Director Of Program Development )
- Asep Sutandar ( Kepala Rutan Kelas 1 Cipinang )
- Champio (Jeera Foundation-Sekretaris)
- Sakti Maki (Jeera Foundation-Konsultan )
Panelists:
- Mary Crippen (Board Member Rikers Debate Project),
- Sajjadur Rahman (Director Institut for Transformative Mentoring), The UN Office on Drugs and Crime, and the Jeera Foniation.
Lokasi : Room UL104, University Center 63 Fifth Avenue, New York, NY 10003 Tuesday, November 14, 2017 at 7:00 pm to 9:00 pm," mengutip Description YouTube Jeera Foundation.
Baca Juga : Usai Burung Gagak, Kini Giliran Seekor Kucing yang Lepaskan Bendera Israel Tertangkap Kamera CCTV
Dari hasil penelusuran akun tersebut, disebutkan jika anak Yasonna Laoly, Yamitema Laoly sebagai Co Founder sekaligus Chairman Jeera Foundation (PT. Natur Palas Indonesia). Alamat kantor Jeera Foundation di Jalan Jenderal Gatot Subroto KAV 56, Jakarta Selatan.
Dari beberapa kesepakatan dengan lapas, disebutkan jika Lapas Kelas I Malang juga bekerja sama dengan Jeera Foundation (PT. Natur Palas Indonesia). Kerja sama itu dilakukan di bidang bimbingan kerja "Pojok Kuliner" di Lapas Kelas I Malang. Hal itu dibuktikan dengan sebuah kesepakatan MoU yang ditandatangani pada 31 Desember 2020.
"Contoh lain perjanjian kerja sama kemitraan Jeera (PT NPI), yaitu take over semua usaha milik koperasi lapas yg meliputi toko, kantin, dan semua kegiatan ekonomi di lapas. Untuk itu Jeera memberikan kompensasi 220,3 juta ke pihak koperasi lapas. Tapi tunggu dulu.. Perjanjian kemudian direvisi ditengah jalan dari kompensasi yg awalnya 220,3 juta turun menjadi 128,8 juta," tulis akun tersebut.
Sontak unggahan tersebut menyita perhatian warganet. Tak sedikit warganet yang geleng-geleng kepala melihat ulah oknum para pejabat di Indonesia.
"Semoga ini negara lekas hancur saja.. biar semuanya mati.. drpd pejabatnya nyiksa rakyatnya lwt korupsi mulu, biar sama2 dibinasakan aja," @bayarpaja***.
"Oalah bisnis gelap lapas yg dibahas kemarin2 ternyata sangkut ke anak mentri toh? Pantes lelet. Udh viral pun gak digubris juga hehe," @eka_siBo**.
"Pak tum, uang kompensasi dari 200 turun 100 itu apa uang bagi hasil ke koperasi? Trs koperasi itu fungsinya apa? Apa cm sbg alat utk cari2 dana dr kementerian koperasi?Apa cm berfungsi sbg kedok.. miris bener tum,lembaga d bwh pemeritahan pd ngobyek sndiri oknumnya," @azisale**.
Hingga berita ini diturunkan, JatimTIMES masih berusaha melakukan konfirmasi terhadap Lapas Klas I Malang.