JATIMTIMES - Libur lebaran tengah berada di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), mampir dulu yuk ke tiga destinasi wisata terkenal dengan religinya. Ada tiga kawasan wisata religi yang wajib dikunjungi penuh dengan sejarah. Berikut tiga destinasi wisata religi yang ada di Kabupaten Banjar :
1. Makam Datuk Kalampayan

Makam Datuk Kalampayan berada di Desa Kalampayan Tengah, Kecamatan Astambul, Martapura. Karena bermakam di sana, sehingga warga Banjar menyebut ulama kharismatik ini dengan Datuk Kalampayan.
Baca Juga : Bisa Berkemah hingga Memancing, Berikut Rute Menuju Pantai Kesirat
Sosok Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari dikenal sebagai seorang ulama yang alim dan saleh di masanya. Semasa hidupnya, ulama bermazhab Imam Syafi’i itu mengabdi sebagai mufti atau tokoh agama di Kerajaan Banjar. Dia banyak mengarang kitab fikih Islam, di antaranya Kitab Sabilal Muhtadin dan Kitab Tuhfatur Raghibin.
Kedua kitab ini sangat dikenal di kalangan umat Islam karena dijadikan nama dua masjid terkenal di Banjarmasin, yaitu Masjid Raya Sabilal Muhtadin dan Masjid Jami Tuhfatur Raghibin atau Masjid Kanas.
Kitab Sabilal Muhtadin juga dijadikan rujukan pembelajaran ilmu fikih di kawasan Asia Tenggara. Sejak kematiannya ratusan tahun silam hingga sekarang makamnya tak pernah sepi dari peziarah. Bahkan tak sedikit pula mereka menginap di sekitar makamnya.
2. Makam Guru Sekumpul Martapura

KH Muhammad Zaini Abdul Ghani merupakan seorang ulama terkenal di Kalimantan Selatan. Dia merupakan keturunan ke delapan dari ulama kharismatik Banua tempo dulu, yakni Syekh Muhammad Arsyad Albanjari atau Datuk Kalampayan.
Dirinya meninggal dunia pada 2005 dan dikubur di kampung halamannya, tepatnya Kelurahan Sekumpul, Kecamatan Martapura, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Sama seperti kakek moyangnya, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, kuburan ulama yang akrab disapa sebagai Guru Sekumpul atau Guru Ijai ini selalu dipadati peziarah tiap harinya. Makamnya tak pernah sepi, sehingga pengurus makam membuka waktu kunjungan selama 24 jam. Peziarah lelaki dan perempuan dipisahkan tempatnya.
Baca Juga : Bisa Kendaraan Pribadi Maupun Angkutan Umum, Berikut Rute Menuju Kalisuci Cave Tubing
Para peziarah harus mengenakan busana muslim yang sesuai syariat Islam yaitu longgar, tidak membentuk lekuk tubuh, tidak transparan dan menutup aurat. Khusus peziarah perempuan diwajibkan memakai busana muslim longgar berupa rok atau gamis. Jika peziarah perempuan memakai celana, maka harus melapisinya dengan sarung yang disediakan pengurus makam.
3. Masjid Agung Al Karomah

Masjid Agung Al-Karomah di Martapura, Kabupaten Banjar memiliki tiang guru yang unik, yakni selalu digantungi kembang barenteng. Masjid Agung Al-Karomah, Martapura, Kabupaten Banjar ini merupakan masjid kebanggaan warga setempat. Masjid ini tampak kokoh berbahan beton.
Masjid ini dihiasi warna cat yang kontras, yakni biru tua di kubahnya dan kuning muda di dindingnya, putih di dinding dalamnya dan jendelanya dilengkapi kaca berwarna-warni. Masjid ini sangat luas, berlantai dua, halamannya pun luas, cukup untuk menampung jemaah hingga ribuan orang.