JATIMTIMES - Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan aparat kepolisian mengamankan rumah salah satu warga di Surabaya.
Seperti diunggah akun @undercover.id, yang memperlihatkan mobil polisi dan brimob itu tengah mengamankan rumah owner Kopi Kapal Api Soedomo Margonoto (Tek Fei) yang juga menjadi owner PT Ageng Langgeng, di Beji, Pasuruan. Terlihat juga ratusan polisi hingga brimob berbaris di depan rumah Tek Fei itu.
Baca Juga : 6 Ide Hampers Lebaran Cocok Dibagikan Sahabat, Kolega hingga Keluarga
Dalam narasi unggahan akun tersebut, pengamanan polisi dan brimob itu dilakukan karena adanya demo buruh menuntut gaji dan THR (Tunjangan Hari Raya). Hal itu terjadi akibat ditutupnya secara permanen PT Agel Langgeng, di Beji, Pasuruan.
Sontak unggahan itu pun ramai menyita perhatian warganet. Tak sedikit netizen yang menilai polisi dibayar untuk mengamankan rumah bos yang digeruduk massa demo.
"jadi polisi ini melayani, melindungi, dan mengayomi siapa?," @ricky_ta***.
"Bayar THR ke karyawan & Bayar THR ke polisi," @otsutsuki_a***.
"Hampir 100% masalah di negeri ini, 630 apabila ditelusuri dengan seksama, ternyata bersumber dari pengusaha/ pemilik modal," @fanjii***.
"Sekarang polisi sudah swasta ya, bisa dibayar," @iqbalq***.
"Kayanya si bos mending bayar polisi buat jagain rumahnya dari pada bayar kewajiban ke karyawannya," @iqbalq***.
Mengutip dari laman partaiburuhbojonegoro.or.id, kasus itu berawal di bulan Agustus 2022, Suliyami bersama 37 pekerja lainnya tiba-tiba mendapatkan surat PHK sepihak dari PT Agel Langgeng di Beji, Pasuruan.
Surat PHK tersebut dikirim via pos ke masing-masing rumah 37 buruh tersebut, setelah itu perusahaan tiba-tiba mentransfer uang pesangon sesuai UU Omnibus Law kepada mereka.
Tidak tinggal diam, PUK SPAI FSPMI PT. Agel Langgeng dimana Suliyami merupakan salah satu anggotanya kemudian menggelar aksi dengan mendirikan tenda juang di depan pabrik permen relaxa tersebut.
Baca Juga : 7 Tradisi Lebaran yang Kental Dilestarikan di Jawa Timur, Daerahmu Khasnya Apa Lur?
Bahkan waktu itu anggota PUK SPAI FSPMI PT. Agel Langgeng yang masih bekerja melakukan mogok masal total 9 hari menuntut Suliyami dan kawan kawan dipekerjakan kembaili. Setelah melakukan perundingan berulang kali, akhirnya tepat hari Jumat tanggal 18 November 2022 Suliyami dan kawan kawan resmi dicabut status PHK nyo dan mereka dapat bekerja kembali di perusahaan esok harinya.
Namun cuma bertahan satu bulan lebih, pada Rabu, 28 Desember 2022 perusahaan meliburkan karyawan alasannya Natal dan Tahun baru. Ditambah lagi dalih kelangkaan bahan baku gula. Tetapi ketika masuk kembali pada Senin 9 Januari 2023 semua yang di dalam perusahaan disegel.
Karyawan mendapatkan sosialisasi bahwa Perusahaan Agel Langgeng untuk 14 hari ke depan akan ditutup atau PHK seluruhnya dan hanya menyisakan security saja.
Bahkan mesin produksi juga kabarnya sudah di pindah ke pabrik (Kapal Api Grup) yang ada di Bekasi atau dengan kata lain relokasi pabrik.
Suliyami dan PUK SPAI FSPMI PT. Agel Langgeng pun akhirnya kembali mendirikan tenda juang tepat di depan pintu gerbang perusahaan yang sudah tidak berpenghuni itu.
Pada hari Kamis 2 Maret 2023, Suliyami bersama 154 buruh lainnya menggelar aksi perdana di rumah owner Perusahaan di Jalan Dharma Husada Indah Timur 2/L 167 RT 00S RW 009 Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur.
Mereka menuntut yang pertama meminta operasionalkan kembali perusahaan, karena sebenarnya pabrik ini tidak merugi tapi relokasi. Kedua bayar gaji karyawan yang selama satu bulan terakhir belum terbayar. Ketiga tetap aktifkan BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan karyawan.
Aksi yang pertama belum membuahkan hasil. Lantas Suliyami dan kawan-kawan juga masa buruh FSPMI Surabaya dan Sidoarjo turut bersolidaritas menggelar aksi serupa di tempat yang sama di kediaman owner perusahaan pada Senin, 6 Maret 2023. Masih buntu juga, Suliyami dan kawan - kawan beserta massa aksi solidaritas kembali menggelar demonstrasi yang ketiga kalinya pada Selasa 14 Maret 2023.