Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Reog Kendang Warnai Launching Kampung Numerasi dan Arena Outing Class SMPN 1 Kedungwaru

Penulis : Anang Basso - Editor : Yunan Helmy

18 - Mar - 2023, 20:17

Placeholder
Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo saat launching Kampung Numerasi dan Arena Puting Class di SMPN 1 Kedungwaru. (Foto : Istimewa / Tulungagung Times)

JATIMTIMES - Bertempat di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, pagelaran Tari Reog Kendang dihadiri Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo. Kesempatan ini sekaligus me-launching Kampung Numerasidan Arena Outing Class siswa-siswi SMPN 1 Kedungwaru, Sabtu (18/3/2023).

"Kami berharap SMPN 1 Kedungwaru bisa menjadi contoh baik bagi sekolah yang lain dalam melaksanakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5,” kata Wabup Gatut Sunu.

Baca Juga : Bank Jatim Launching Tabungan Santri, Ini Keuntungannya bagi Anak Pondok

Menurut wabup, pagelaran Tari Reog Kendang serta pengembangan Kampung Numerasi dan Arena Outing Class ini merupakan wujud antusiasme dan ekspresi siswa-siswi dalam bidang seni tari, numerasi dan kecintaan terhadap lingkungan.

“Jika hal ini terus dikembangkan, kami percaya di masa mendatang, anak-anak yang dididik ini tidak hanya menjadi SDM yang berpengetahuan, tetapi juga memiliki kearifan untuk menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Kedungwaru Tulungagung Dr Sri Wahyuni MPd mengatakan P-5 merupakan sebuah kegiatan kokurikuler atau kegiatan yang menguatkan intrakulikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi karakter siswa dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan yang merupakan beberapa dimensi.

Kegiatan pagelaran reog kendang, kesenian khas Tulungagung ini juga merupakan rangkaian kegiatan implementasi Kurikulum Merdeka pada program P5.

Program ini membawakan materi bahwa dalam proses kegiatan pembelajaran Kurikulum Merdeka porsi mata pelajarannya dikurangi 30 persen untuk P5.

Dalam proses kegiatan KBLI di kegiatan tari reog kendang, diajarkan beberapa materi. Yakni mulai dari sejarah reog kendang, sejarah mengapa Tulungagung menjadikan reog kendang sebagai ikon, tata gerak tari reog kendang, tata busana, tata musik, yang dilakukan oleh fasilitator atau guru.

“Hari ini adalah puncak program, karena prosesnya sudah berjalan selama 3 Minggu sebelumnya dan hari ini adalah sebagai evaluasi yang berbentuk sebuah pagelaran,” jelasnya.

Dari 300 siswa yang dilibatkannya, 100 anak sebagai penari dan 200 anak lainnya sebagai komponen yang memberikan support.

“Dari sinilah pendidikan karakter bisa terlihat dengan adanya sikap, musyawarah, kegotongroyongan siswa, sehingga terbentuklah adanya sebuah pagelaran tari reog kendang di sekolah kami,” jelasnya.

Baca Juga : Mau Jadi Guru? Ini 17 Universitas Keguruan Terbaik di Jawa Timur 2023

Sebelumnya, proyek SMPN 1 Kedungwaru di semester satu lalu juga menampilkan program kebanggan yakni berupa sebuah tari batik ciprat khas Arsiduta. “Pagelaran ini adalah merupakan wujud proses dimana anak anak dalam proses kegiatan evaluasi,” lanjutnya.

Program P5, dijelaskan Sri Wahyuni, arahnya kepada pendidikan profil pelajar Pancasila yang salah satunya adalah perbaikan karakter mencintai kearifan lokal yakni mencintai budaya khususnya budaya Kabupaten Tulungagung.

Ia berharap kepada Pemkab Tulungagung dan instansi terkait lainnya agar bisa memfasilitasi apa yang telah ia lakukannya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung melalui Kabid Pembinaan SMP Supriyanto mengatakan P5 merupakan kurikulum baru yang dapat membentuk karakter siswa di lingkup pendidikan. "Ini sangat memberikan warga atau citra bagi anak-anak kita sebagai kompetensi bagi anak-anak didik lain," terangnya.

Selain reog kendang, ia mengatakan kedepan akan banyak tema-tema lain dan kompetensi yang dapat dilakukan di masing-masing sekolah. "Kita harus mendorong agar kompetensi ini dapat mengangkat karakter kearifan lokal," tambahnya.

Diharapkan, kegiatan yang dilaksanakan di SMP Negeri Kedungwaru ini dapat memicu semangat sekolah yang lain untuk memunculkan karakter dalam bentuk kegiatan yang berbeda. "Dengan begini akan muncul, sehingga antar sekolah punya karakter masing-masing," pungkasnya.


Topik

Pendidikan Reog kendang Tulungagung reog



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anang Basso

Editor

Yunan Helmy