free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Soal Tenaga Kerja, PT TPPI Tuban Digeruduk Pemuda Ring 1 Perusahaan

Penulis : Ahmad Istihar - Editor : Nurlayla Ratri

22 - Feb - 2023, 19:05

Loading Placeholder
Konsolidasi pemuda ring satu dengan pihak perusahan PT TPPI dan PT Santi di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban (22/02/2022) (Foto Ahmad Istihar/JatimTIMES)

JATIMTIMES- Puluhan pemuda di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban melakukan aksi di kawasan PT. Tarans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang berada di wilayah Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Puluhan pemuda Ring 1 perusahaan menuding PT. TPPI selama ini tidak transparan dalam rekrutmen tenaga kerja (Naker). Selain itu, pendemo menuding PT. TPPI tidak memberikan besaran upah atau gaji yang sesuai dengan perundang-undangan.

Baca Juga : Respon Cepat, Gubernur Jatim Tinjau Lokasi Ledakan Bahan Mercon di Blitar

"Kami menuntut perusahaan untuk menggaji pekerja yang sesuai dengan perundang-undangan. Selain itu, kami minta agar tenaga skill lokal dilibatkan. Kasih porsi untuk orang lokal karena orang lokal sudah mampu semua," kata Ketua Karang Taruna Desa Remen, Ahmad Eko Budiono.

Dia menyebutkan, untuk besaran gaji diterima oleh teman-teman yang bekerja di PT. Alhas, salah satu vendor atau rekanan PT. TPPI senilai Rp110 ribu, terhitung kerja mulai dari pukul 07.00-17.00 WIB dan tidak ada lembur.

Kemudian, permasalahan rekrutmen tenaga kerja PT. TPPI dan vendornya, warga lokal menilai corporate tidak transparan. Sebab, warga lokal tidak diberi informasi jelas dan hanya diberi bagian Helper.

"Dengan adanya gejolak seperti ini buat pembelajaran ke depan, biar pihak perusahaan tidak seperti ini baik itu terkait transparansinya maupun pengupahan. Jadi biar jelas tidak seenaknya sendiri," harap Eko.

Terpisah, PR &CSR Section Head PT. TPPI, Taheran Sidik Prabowo mengatakan, sebenarnya tuntutan para pemuda itu tidak ke PT. TPPI Tuban, melainkan di PT. Santi (Sahabat Nusantara Tegnokogi Inovasi) Group.

"Di tempat kita ini memang lagi ada pelaksanaan kegiatan overhaul, di mana PT. Santi Group ini mengerjakan di bagian reaktor dan itu pengerjaannya pengerjaan spesialis," terang Taheran Sidik Prabowo 

Lebih lanjut di TPPI, PT. Santi Group memiliki regulasi akan menggandeng perusahaan lokal sebagai penyalur tenaga kerja lokal.

Perusahaan menampik jika warga lokal tidak diprioritaskan dalam rekrutmen tenaga kerja. Pasalnya, untuk keterlibatan tenaga lokal memang sudah banyak. Dari 170 tenaga kerja yang dibutuhkan, 71 tenaga kerja di antaranya terdiri dari tenaga kerja lokal.

Baca Juga : Hat-Trick, Polresta Malang Kota Berhasil Raih Penghargaan Pelayanan Prima Dan Predikat Pembangunan ZI Polri 2022

"Untuk keterlibatan tenaga kerja lokal sudah banyak. 40 persen lebih diambilkan dari tenaga kerja lokal," papar Taheran.

Pihaknya telah mempertemukan semua pihak untuk selalu menjaga kondusifitas. PT. Santi Group melakukan kontrak linear, sehingga tenaga kerja lokal bisa mendapatkan jam lembur setiap hari.

"Sekarang sudah aman dan kondusif, diharapkan situasi yang kondusif ini bisa terus terjaga," harap Taheran.

Info dihimpun, pada aksi kemarin hari Selasa (21/2) tersebut puluhan pemuda Ring 1 PT. TPPI Tuban dipertemukan petugas keamanan dengan perwakilan dari PT. Santi Group. Dari pertemuan itu dilakukan mediasi-mediasi hingga menghasilkan beberapa kesepakatan.(*) 

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Ahmad Istihar

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---