JATIMTIMES - Selama 2022, jumlah pengunjung Museum Blambangan yang ada di kawasan kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi tercatat 5.772 orang atau meningkat 500 persen dibandingkan 2021 yang pengunjungnya tercatat 1.612 orang.
Menurut Kepala Disbudpar Kabupaten Banyuwangi melalui Kabid Kebudayaan DM Alit Budi Siswanto pengunjung yang datang ke museum Blambangan berasal dari kelompok pelajar, mahasiswa, wisawatan nusantara (wisnus) maupun wisatawan manca negara (wisman).
Baca Juga : Dunia Pariwisata Meningkat, Accor Group Sambut dengan Accor Live Limitless
Adapun data kelompok pengunjung selama 2022, lanjut Alumni Fisip Universitas Jember itu terdiri dari pelajar dengan total 5.040 orang, mahasiswa (389), wisnus 310 orang dan wisman sebanyak 33 orang.
“Dengan adanya peningkatan jumlah kunjungan yang sangat pesat kami terus berupaya menarik minat masyarakat untuk menyaksikan koleksi Museum Blambangan dengan selalu menjaga mutu dan kualitas layanan kepada para pengunjung,” jelas Alit di ruang kerjanya, Rabu (15/2/2023).
Ayah dua putri itu lebih lanjut menuturkan, upaya lain yang akan dilaksanakan adalah mengadakan program kegiatan mendatangi sekolah-sekolah yang ada di wilayah Banyuwangi utamanya SD, SMP dan mengadakan pameran kepurbakalaan pada Juni 2023 mendatang.
Dalam kegiatan pameran kepurbakalaan selain memamerkan koleksi museum Blambangan, menurut dia, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan para kolektor benda kuno dan barang antik yang ada di kota ujung timur Pulau Jawa ini.
“Dalam pameran kepurbakalaan yang dikemas “Banyoewangi Jaman Bengen”mendatang tidak menutup kemungkinan terjadi transaksi jual beli antara kolektor dengan pengunjung. Selain itu juga membuka stand bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM ) Banyuwangi,” imbuh Alit.
Baca Juga : Kemenag Usulkan Biaya Perjalanan Haji Turun Jadi Rp 49 Juta
Selanjutnya dalam pelaksanaan pameran kepurbakalaan Museum Blambangan Tim Balai Pelestarian Kebudayaan Banyuwangi akan mendukung dan berpartisipasi meramaikan dengan menggelar pemutaran film cagar budaya dan lomba tari tradisional pelajar.
“Kami juga akan menampilkan Tari Rengganis yang merupakan salasatu warisan budaya tak benda di Banyuwangi namun jarang ditampilkan,” pungkas Alit.