JATIMTIMES - Kejadian keracunan masal yang dialami oleh ratusan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) masih dalam penyelidikan polisi. Dugaan sementara, para mahasiswa tersebut mengalami keracunan usai menyantap makanan yang disajikan sehari sebelum kejadian.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, diterangkan Kasihumas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik, sehari sebelum ratusan mahasiswa mengalami gejala keracunan massal, terdapat dua menu makanan yang dikonsumsi oleh para mahasiswa pada Senin (6/2/2023).
Baca Juga : Heboh Konflik Gajah dengan Manusia di Riau, BBKSDA Beri Edukasi
"Pada hari Senin (6/2/2023) itu, para mahasiswa makan sebanyak dua kali. Yaitu makan siang dan makan malam," kata Taufik saat ditemui Jatim Times di Polres Malang, Jumat (10/2/2023).
Berdasarkan catatan kepolisian, makanan yang dikonsumsi oleh para mahasiswa pada kegiatan hari pertama tersebut, diketahui disediakan oleh pihak desa bersama dengan panitia kegiatan perkemahan pengabdian kepada masyarakat.
Pada saat jam makan siang, menu yang disediakan adalah telur bali, tumis buncis, dan tempe. Sedangkan pada saat jam makan malam, menu makanannya adalah tahu goreng, oseng tempe, dan tumis wortel.
"Dari hasil interogasi sesaat setelah kejadian, diketahui bahwa gejala tersebut (keracunan) dialami para mahasiswa setelah makan malam berupa nasi bungkus yang dibagikan oleh panitia," jelas Taufik.
Hingga kini, polisi masih melakukan uji laboratorium terhadap beberapa barang bukti makanan maupun minuman guna mengetahui penyebab ratusan mahasiswa mengalami keracunan massal.
Beberapa barang bukti yang diamankan polisi untuk keperluan uji laboratorium tersebut, meliputi sampel sisa makanan yang diambil dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) atau di lokasi perkemahan. Kemudian sampel sisa masakan yang diambil dari tempat pengolahan masakan, sampel sisa minuman yang diambil dari TKP, dan sampel air yang digunakan masak yang diketahui diambil dari lokasi tempat pengolahan makanan.
Selain itu, di sekitar TKP polisi juga mendapati sisa-sisa makanan dan minuman dari para peserta yang rata-rata dibuang dalam kantong plastik berwarna hitam. "Terkait penyebabnya kami belum bisa memastikan, masih dilakukan uji laboratorium. Saat ini masih dalam penyelidikan," tutup Taufik.
Baca Juga : Pakar Farmasi Ungkap Asal EG-DEG Selain Obat Sirup Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut
Sebagaimana yang telah diberitakan, insiden keracunan massal diketahui mulai terjadi pada Selasa (7/2/2023) pagi. Yakni sekitar pukul 09.00 WIB. Di mana, sehari sebelumnya yakni Senin (6/2/2023) para mahasiswa diketahui telah menyantap menu makan malam.
Kejadian keracunan massal tersebut terjadi di sebuah lahan kosong yang ada di Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Lahan kosong itulah yang dijadikan lokasi perkemahan para mahasiswa Fakultas Teknik UB dalam melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat.
Dari hasil penyelidikan, tercatat jumlah korban keracunan masal sebanyak 360 orang mahasiswa. Gejala keracunan yang dialami oleh para korban adalah mual, muntah, dan diare alias muntaber.
Saat mengalami keracunan masal, ratusan mahasiswa Fakultas Teknik UB tersebut langsung mendapatkan penanganan. Ketika itu, sebagian diantaranya sempat menjalani perawatan medis di Puskesmas Wagir hingga Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB). Saat ini kondisi para korban keracunan masal dikabarkan telah membaik.
Selain memgamankan beberapa barang bukti berupa sampel makanan dan minuman untuk keperluan uji laboratorium. Beberapa saksi juga telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Termasuk pihak penyelenggara atau panitia yang bertanggungjawab di bagian konsumsi juga telah diperiksa oleh polisi.