free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Komunitas

Peringati Hari Disabilitas, Bupati Jember: Manusia Tidak Diukur dari Fisiknya tapi Hati

Penulis : Moh. Ali Mahrus - Editor : Yunan Helmy

04 - Dec - 2022, 17:09

Loading Placeholder
Penampilan kelompok disabilitas di Jember dalam peringatan HDI 2022. (foto : Moh. Ali Makrus / Jember TIMES)

JATIMTIMES – Peringatan gebyar Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Kabupaten Jember yang digelar pada Sabtu (3/12/2022) malam di Gedung Juang 45 Politeknik Negeri Jember berlangsung semarak. Komunitas difabel tampil bersama dengan Lingkar Kreatif Independen (Linkrafin) Jember seperti menyanyi, menari, membaca puisi, hingga penampilan musik akustik.

 Bupati Jember H Hendy Siswanto, yang hadir bersama dengan jajaran forkopimda dan beberapa camat, menyatakan bahwa penampilan komunitas difabel bersama dengan Linkrafin Jember layak  diapresiasi. Hal ini tidak lepas penampilan keduanya yang berhasil memukau penonton.

Baca Juga : Buruan Kirim, Pendaftaran Lomba Konten Kreator Piala Bupati Malang Tersisa Seminggu Lagi 

 

 “Penampilan teman-teman berkebutuhan khusus dengan Linkrafin Jember malam ini cukup memukau. Sudah sepatutnya kita apresiasi bersama. Penampilan tersebut menunjukkan bahwa tak ada perbedaan antara satu sama lain. Kita hidup untuk saling membantu," ujar Bupati Hendy.

 Bupati juga menyatakan, bahwa mengukur kesempurnaan seseorang, bukan dilihat dari fisiknya, namun dari hati yang ikhlas, dengan peduli terhadap sesama dan mengesampingkan ego.

Bupati juga menyatakan,  gebyar HDI tahun ini merupakan yang pertama setelah 3 tahun vakum akibat pandemi. Ke depan pihaknya berharap HDI kembali digelar di tempat yang lebih luas, sehingga tidak hanya penyandang kebutuhan khususnya  yang hadir,  tetapi juga masyarakat umum.

 “Tahun depan, peringatan HDI kalau bisa kembali seperti semula di Alun-Alun Jember, agar tidak hanya teman-teman dari yang berkebutuhan khusus saja yang hadir, tapi juga masyarakat umum. Sehingga mereka bisa berbaur dan tidak ada perbedaan,” ujar Hendy.

 Sementara Kusbandono, aktivis penyandang disabilitas yang hadir dan memberikan sambutan,  menyatakan 15 persen penduduk di Jember merupakan penyandang disabilitas. Meski demikian, pihaknya berharap agar kelompok disabilitas tidak dijadikan komoditas politik.

Baca Juga : Undang 6.000 Orang, Para Tamu Pernikahan Putra Jokowi Dilarang Bawa Mobil Pribadi ke Acara 

 

 “Kepada Bapak Bupati, jumlah kelompok disabilitas ini ada 15 persen dari jumlah penduduk Jember. Perhatian yang diberikan selama ini sudah cukup bagus. Namun perlu ada ditingkatkan lagi dengan memberikan pendampingan. Jangan hanya dijadikan komoditas politik,” ujar Kusbandono.

 Kusbandono berharap, Pemkab Jember seperti Dispenduk dan Dinas Sosial melakukan satu data terhadap penyandang disabilitas, sehingga ada data tunggal yang bisa disatukan khusus untuk disabilitas. “Kalau data hanya diucapkan saja, itu sama dengan omongan bohong tanpa bukti. Dispenduk dan Dinsos harus membuat satu data penyandang disabilitas,” pungkas Kusbandono.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Moh. Ali Mahrus

Editor

Yunan Helmy

Komunitas

Artikel terkait di Komunitas

--- Iklan Sponsor ---