07/12/2022 Usai Gempa, Cianjur Rawan Tanah Longsor dan Banjir Bandang  | Jatim TIMES

Usai Gempa, Cianjur Rawan Tanah Longsor dan Banjir Bandang 

Nov 25, 2022 14:53
Banjir di wilayah Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Rabu (23/11/2022) (foto: @andreli_48)
Banjir di wilayah Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Rabu (23/11/2022) (foto: @andreli_48)

Pewarta: Binti Nikmatur | Editor: Dede Nana

JATIMTIMES - Usai guncangan gempa magnitudo 5.6, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mewaspadai bencana lanjutan berupa tanah longsor dan banjir bandang. 

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, imbauan ini dikhususkan bagi masyarakat Cianjur yang bermukim di daerah lereng-lereng perbukitan dan di lembah atau bantaran sungai.

Baca Juga : Waspada, Malang Raya Mulai Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang 

Menurutnya, besar kemungkinan lereng-lereng perbukitan di Cianjur menjadi rapuh usai terjadinya gempa bumi. Hal ini dapat semakin diperparah dengan tingginya intensitas hujan yang berpotensi mengguyur Cianjur.

"Lereng-lereng yang rapuh ini ditambah hujan deras dapat memicu terjadinya longsor dan banjir bandang dengan membawa material runtuhan lereng. Jadi masyarakat dan pemerintah setempat juga perlu mewaspadai adanya kolateral hazard atau bahaya ikutan usai gempa kemarin," terang Dwikorita, seperti dilansir laman resmi BMKG. 

Dwikorita menyampaikan, banyaknya korban jiwa dalam peristiwa gempa Cianjur akibat tertimpa bangunan yang tidak mampu menahan guncangan gempa. "Sebenarnya gempa tidak membunuh dan melukai. Justru, bangunanlah yang membunuh dan melukai manusia," tegas Dwikorita. 

Lebih lanjut, Dwikorita meminta masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi. Sebab dikhawatirkan bangunan tersebut tidak kuat menopang dan ambruk, jika sewaktu-waktu terjadi gempa susulan.

"Untuk sementara jangan memaksakan kembali ke rumah jika bangunannya rusak atau retak-retak," ujarnya.

Baca Juga : Peringati Hari Guru Nasional, Bupati Jember Ajak Guru untuk Berinovasi

Dwikorita juga meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada dan tidak serta-merta mempercayai informasi ataupun berita yang tidak jelas asal-usulnya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal-kanal komunikasi resmi BMKG," ujarnya.

Hingga pukul 11.00 WIB, pada Jumat 25 November 2022, telah terjadi lebih dari 174 gempa dengan magnitudo terbesar 4.2 dan terkecil pada magnitudo 1.5.  Sejak berita ini ditayangkan, dilaporkan ada sebanyak 272 korban yang meninggal dunia dan 2.046 luka-luka akibat gempa Cianjur yang terjadi pada Senin (21/11/2022). 

Judul berita Usai Gempa, Cianjur Rawan Tanah Longsor dan Banjir Bandang .

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
gempa cianjur Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Berita Lainnya