JATIMTIMES - Puting beliung atau juga dikenal penthil munyer kembali sapu wilayah di Kabupaten Tulungagung. Kali ini, kecamatan paling timur atau tepatnya di Wilayah Rejotangan, terjadi bencana angin yang lokasinya berada di Desa Pakisrejo, Minggu (20/11/2022) pukul 14.00 wib.
Kapolsek Rejotangan, AKP Puji Hartanto saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah datang dan cek lokasi bersama anggota dan pihak terkait.
Baca Juga : Bupati Gresik Apresiasi Kinerja Satgas Drainase dan Pompa Air dalam Mengendalikan Banjir
"Sudah kita laksanakan pengecekan Bencana Puting Beliung di Desa Pakisrejo," kata AKP Puji Hartanto.
Dari hasil cek lokasi ini, hujan deras yang disertai angin kencang puting beliung ini mengakibatkan kerusakan.
"Kerusakan yang terjadi mulai dari rumah, dapur, kandang ayam, kandang jangkrik yang terbuat dari asbes dan genting jatuh," ujarnya.
Data kerusakan yang telah dicatat pihak Polsek Rejotangan itu di antaranya rumah milik Nafsiah (57) yang berada di RT 02, RW 01, Desa Pakisrejo mengalami kerugian material asbes.
Selain itu, indukan jangkrik diperkirakan dengan kerugian 4.5 juta rupiah tak terselamatkan.
Kemudian kerugian juga dialami , Faizah (63) di RT 03, RW 02, Desa Pakisrejo.
"Teras atap dari genteng mengalami jatuh," imbuhnya.
Faizah mengalami taksir kerugian sekitar 1, 5 jut rupiah dan kerusakan kandang ayam senilai 2,5 juta rupiah.
Selain itu itu data kerusakan terjadi di rumah Budi (51), Musaji, Wasis, Herman (60), Sun (50) dan Riyanto.
"Rata-rata kerusakan terjadi pada atap bangunan atau kandang,"ungkapnya.
Baca Juga : Terungkap, Inilah Identitas Goweser yang Tewas di Jembatan Oye Campurdarat
Setelah cek, Polsek bersama pihak Kecamatan Rejotangan serta Pemdes Pakisrejo, menindaklanjuti dengan gotong royong.
"Dengan adanya kejadian ini, warga sekitar melaksanakan giat gotong royong guna membersihkan rumah dan kandang ayam yang terkena puting beliung," paparnya.