JATIMTIMES - 90 Persen Septic Tank di Kabupaten Lumajang tidak kedap air, sehingga kotoran yang tertimbun dalam septic tank tersebut berpotensi mencari air minum dan sumur milik warga.
Jika sebuah septick tank tidak kedap air, bakteri Escherichia Eoli (E.Coli) yang berasal dari kotoran manusia atau hewan bisa masuk ke dalam sumur, yang sebagian airnya di konsumsi.
Baca Juga : Bupati Malang Beri Penekanan bagi OPD dengan Serapan Anggaran yang Masih Rendah
Wakil Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati mengatakan, bakteri E.Coli merupakan sumber penyakit yang bisa masuk ke manusia.
"Bakteri E.Coli adala sumber penyakit yang ada di tubuh kita, oleh karena itu kita harus rutin melakukan sedot tinja, hal ini berguna untuk mencegah pencemaran air tanah," kata Bupati Lumajang Hj. Indah Amperawati ketika beraudiensi dengan Tim Strategi Pendukung Pencapaian Target Sanitasi Aman oleh Tim Kerja UNAIR-UNICEF di Ruang Mahameru Pemkab Lumajang.
"Jangan tunggu septic tank mampet, lakukan sedot tinja secara rutin agar kualitas air minum kita tetap terjaga," kata Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati.
Menurut Bunda Indah, hal tersebut bertujuan agar kualitas air yang dikonsumsi oleh masyarakat tetap bersih dan terjaga.
Sementara itu, Program Officer Wash UNICEF Provinsi Jawa Timur, Muhammad Afrianto Kurniawan, memaparkan beberapa strategi pendukung pencapaian target sanitasi aman, diantaranya memberikan layanan tinja gratis, membangun SPALDT, kemudian penciptaan demand layanan serta penguatan ekosistem pasar sanitasi aman.
Baca Juga : 2023, Pemerintah Tetapkan Kenaikan Upah Minimum hingga 10 Persen
Selain itu, pihaknya juga targetkan sanitasi aman mecapai 20 persen untuk Kabupaten Lumajang di tahun 2024.
"Target kita di Lumajang ditetapkan 20 persen untuk di tahun 2024, kemudian hari ini berdasarkan data dari DPKP ada 6,3 persen yang sudah tercapai (aman). Tapi masih ada gap sekitar 13,7 persen, ini yang sebenarnya jadi PR sampai 2024," pungkasnya.