JATIMTIMES - Beredar video di TikTok yang memperlihatkan pengacara LQ Indonesia Lawfirm Alvin Lim mengkritisi aparat penegak hukum. Mulai dari mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo hingga Kapolri Listyo Sigit Purnomo.
Dalam video unggahan @the_lawyer_voice nampak Alvin Lim menyampaikan kritiknya kepada aparat penegak hukum. Dia menyinggung banyaknya oknum polisi yang sering melakukan pemerasan. Bahkan dirinya mengaku memiliki banyak bukti bahwa Polda Metro Jaya diduga menjadi sarang mafia hukum yang terbentuk secara terstruktur, sistematik dan menyeluruh.
Baca Juga : Berbekal CCTV, Pencuri Motor Milik Mahasiswi di Pamekasan Berhasil Ditangkap
"Buktinya ada, fotonya ada. Di mana penjahat ditangkap, bandar judi ditangkap, pelaku-pelakunya ditangkap. Besok 3-4 hari kemudian, satu orang bayar Rp 100-Rp 150 juta terus dilepas," katanya.
Jadi menurut Alvin, para tersangka yang ditangkap dijadikan mesin uang oleh oknum pihak kepolisian. "Jadi kalau teman-teman lihat di penjaringan, itu informasi dari narasumber saya, diberikan ke kadiv propam ditangkap. Habis ditangkap kanit sama kapolsek tak lama kemudian Fadil Imran (kapolda) (datang) oh ngga ada kesalahan, jadi masih berusaha ditutupi," ujarnya.
Dijelaskan Alvin dalam video itu, grup Ferdy Sambo ini belum selesai. "Karena ditunjuknya (jadi tersangka judi online) AKP M Fajar itu (hanya) salah satu kaki tangannya, (dan banyak) yang masih menerima," ucapnya.
Alvin merasa apa yang dilakukan oknum penegak hukum ini sudah merusak negara. "Jadi kalau kita bilang stop rekayasa di sini dan berpikir dengan berakhirnya Ferdy Sambo dan berakhirnya satgas ini selesai. Tidak," tegasnya.
"Sorry, akan ada regenerasi (kasus Ferdy Sambo, judi online dan lainnya) kalau saya lihat. Karena apa? praktek yang sama masih ada terus," ucapnya.
Dia juga sudah meminta Kapolri Listyo Sigit untuk tegas. "Kapolri saya sudah WA terus. Saya udah bilang, saya minta bapak harus tegas, bapak laki-laki berpangkat jenderal, kenapa masih takut," ujarnya.
Untuk mengungkap oknum-oknum aparat penegak hukum, Alvin kerap membuat video pernyataan. "lah bener, saya sampai bikin video pernyataan ya kan oknum jenderal banci, marah kan AKBP Pujiarto, saya dilaporin ke polisi. Jadi dibilang banci bagi saya itu bukan jenis kelamin, tapi seseorang ngga perlu jenderal, kalau dia berani menegakkan keadilan, masa takut sama anak buahnya," tandasnya.
Baca Juga : Eks Konsorsium 303 Ungkap Setoran per Bulan hingga Ratusan Miliar Rupiah
Dalam video ini, Alvin juga menilai apa yang diungkapkan ini bukan provokasi melainkan mengadili. Sebab Ia mengaku memiliki bukti langsung atas kelakuan oknum kepolisian.
"Saya punya pengalaman langsung investasi bodong di Polda Metro Jaya. Tidak ada satupun yang berjalan. Itu aja seharusnya sudah menjadi rapot untuk supaya Fadil Imran dicopot. Bagaimana dia bisa mengetahui loh terjadi itu,"kata Alvin.
Selama ini, Alvin menilai yang diperlihatkan ke masyarakat dan anggota polri lainnya adalah keakraban Ferdy Sambo dengan Kapolri.
"Malah yang ada teletubies kan, peluk-pelukan menunjukkan kepada anak buahnya bahwa 'saya dukung orang ini'. Sehingga penyidiknya semua juga jadi takut, mau menangani kasus brigadir J, dia pasti akan takut dipikir jenderal bintang 2 ini bosnya bos saya sudah memblessing ini orang, ngga akan berani (penyidik) pak (Kapolri)," tandasnya.
Diketahui sebelumnya, advokat yang kerap vokal mengkritisi penegak hukum itu dijemput paksa oleh pihak kejaksaan dari Bareskrim Polri pada Selasa (18/10/2022) malam. Alvin Lim dibawa ke Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat atas dugaan pemalsuan dokumen pada 2018.