JATIMTIMES - Satu langkah lebih maju, adalah kalimat yang pantas diberikan pada SMKN 1 Rejotangan. Pasalnya sekolah kejuruan ini telah berupaya dan siap menjadi SMK BLUD (Badan Layanan Umum Daerah), bahkan Workshop Penyusunan Dokumen Administratif BLUD sudah selesai dilaksanakan.
Kepala SMKN 1 Rejotangan, Masrur Hanafi mengatakan, sekolah yang dipimpinnya itu sudah selesai melaksanakan Workshop Penyusunan Dokumen Administratif BLUD pada Rabu dan Kamis (12-13 Oktober 2022) kemarin.
Baca Juga : Mahasiswa Humaniora Sabet Juara 1 Lomba Kaligrafi Tingkat Nasional
Menurut Hanafi, SMKN 1 Rejotangan akan mempersiapkan kebutuhan menuju BLUD, persiapan itu menitikberatkan pada infrastruktur, SDM (Sumberdaya Manusia) dan manajemen administrasi. Dengan infrastruktur yang menunjang, maka proses menuju SMK BLUD akan lebih mudah.
"Belum ada target realisasi BLUDnya kapan. Namun SMKN 1 Rejotangan tengah mempersiapkan diri," kata Hanafi, Jumat (14/10/2022).
Dia menegaskan, SMKN 1 Rejotangan adalah satu-satunya SMK di Tulungagung yang sudah melaksanakan kegiatan Workshop Penyusunan Dokumen Administratif BLUD.
Sementara itu, Wakil Kepala (Waka) Kurikulum SMKN 1 Rejotangan, Rohadi Makmur menambahkan, persiapan infrastruktur menuju SMK BLUD adalah menyiapkan tempat duduk yang nyaman bagi konsumen jurusan TKRO (Teknik Kendaraan Ringan Otomotif) yang mencari layanan spooring balancing.
"Selain itu, infrastuktur yang disiapkan adalah peralatan kerja sesuai dengan urutan kinerja," kata Rohadi.
Dia menjelaskan, kegiatan Workshop Penyusunan Dokumen Administratif BLUD, diikuti oleh 30 peserta terdiri dari Kajur (Kepala Jurusan), guru produktif program keahlian TKRO yang mendapatkan bantuan SMK Pusat Keunggulan (PK) Skema Lanjutan, guru pendamping dan Pokja (Kelompok Kerja) Teaching Factory (TEFA).
Sedangkan pemateri dari Workshop Penyusunan Dokumen Administratif BLUD SMKN 1 Rejotangan adalah R Puranggo Ganjar Widityo dari Universitas Negeri Jember (UNEJ).
"SMKN 1 Rejotangan bakal menggunakan Manajemen TEFA menuju BLUD serta melakukan analisis kondisi dan potensi sekolah," jelasnya.
Baca Juga : Bupati Launching Parduta, Aplikasi Buat Kenalkan Pariwisata Tulungagung ke Kancah Internasional
Analisis kondisi dan potensi sekolah yang dimaksud, kata Rohadi, dilakukan dengan menginventarisasi kondisi lingkungan sekolah dengan mengelompokkan kondisi internal dan eksternal serta memetakan kekuatan, peluang, kelemahan, dan tantangan yang dialami sekolah saat ini.
"Ini semua dilakukan untuk menentukan prioritas pilihan proses produksi yang dipilih dalam Tefa," tambahnya.
Rohadi mengungkapkan, Workshop Penyusunan Dokumen Administratif BLUD dilaksanakan dengan tujuan untuk menghantarkan SMKN 1 Rejotangan menuju SMK BLUD.
Dari hasil evaluasi menuju BLUD, SMKN 1 Rejotangan diharapkan bisa meningkatkan standart sarana prasarana (Sarpras) dan SDM khususnya Program Keahlian yang di targetkan untuk diunggulkan yaitu jurusan TKRO.
"Dalam sesi ini diharapkan jurusan TKRO bisa mengetahui titik permasalahan yang harus dilengkapi guna menuju SMK BLUD," tutupnya.