JATIMTIMES - Tim Inafis Mabes Polri kembali mendatangi Stadion Kanjuruhan, Minggu (9/10/2022). Kedatangannya tersebut untuk terus melakukan penelusuran pada tragedi memilukan di Stadion Kanjuruhan itu pada Sabtu (1/10/2022) lalu.
Kali ini, Tim Inafis Mabes Polri yang turun ke lapangan mengumpulkan data di pintu keluar atau gate di 4 titik. Yakni di gate 3, 9, 10, 11 dan gate 13 Stadion Kanjuruhan.
Baca Juga : Ketua Pagar Nusa Kota Malang Terpilih, Nu Wahyu: Ingin Kembalikan Kejayaan Pagar Nusa Kota Malang
Data yang dikumpulkan adalah gambar tiga dimensi di empat titik tersebut. Tujuannya, untuk disesuaikan dengan data berupa video rekaman kamera CCTV yang sudah didapat sebelumnya.
"Keempat pintu ini menjadi tujuan, karena di sini paling banyak memakan korban jiwa saat kerusuhan Stadion Kanjuruhan pecah, Sabtu (1/10/2022) lalu," ujar salah seorang anggota inafis yang bertugas.
Masing-masing pintu atau gate 3, 9, 10, 11 dan 13 Stadion Kanjuruhan didatangi satu per satu oleh petugas. Setidaknya ada 6 orang yang bertugas. Membawa kamera tiga dimensi dan mengumpulkan data di sekitar lokasi.
Sementara itu sebelumnya, Tim Gabungan Independent Pencara Fakta (TGIPF) Stadion Kanjuruhan, juga mendatangi Stadion Kanjuruhan pada Jumat (7/10/2022) lalu. Kedatangan tersebut untuk melakukan kajian lebih mendalam.
Terutama di bagian gate 12 dan gate 13 Stadion Kanjuruhan. Sebab, berdasarkan informasi yang dihimpun, dua gate itu disebut menjadi titik yang paling banyak terdapat korban.
"Sementara ini hasil kajian di pintu keluar 12 dan 13 Stadion Kanjuruhan tertutup," ujar Letjen TNI (Purn) Doni Monardo belum lama ini.
Baca Juga : Pilu, Beginilah Isak Tangis Lesty Saat Berada di Mekkah
Penelusuran tersebut masih akan terus dilakukan. Pihaknya akan terus mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan peristiwa memilukan itu.
Yang selanjutnya, TGIPF akan mengundang sejumlah pihak yang ada dan dinilai bertanggungjawab terkait pengamanan pintu-pintu itu saat peristiwa kelam itu terjadi.
"Secara umum saya belum bisa memberikan kesimpulan, tim pencari fakta masih mencari data dan fakta yang akurat. doakan saja 2-3 hari ke depan semua bukti-bukti akurat bisa kami kumpulkan," pungkasnya.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo juga memerintahkan jajarannya untuk bisa mengungkap peristiwa itu seterang-terangnya. Salah satunya dengan membentuk TGIPF yang dikomandoi Menkopolhukam, Mahfud MD melalui Kepres 19 tahun 2022.