JATIMTIMES - Tragedi Stadion Kanjuruhan melibatkan banyak pihak, mulai dari suporter, polisi hingga TNI. Beberapa hari lalu viral video yang memperlihatkan anggota TNI menendang suporter Arema. Setelah viral dan mendapat banyak kecaman, para pelaku yang merupakan anggota TNI itu melakukan kunjungan pada rumah korban untuk meminta maaf.
Dalam sebuah video memperlihatkan beberapa TNI yang sedang duduk di ruang tamu rumah korban. Dalam video tersebut terdengar obrolan antara TNI dan suara wanita yang diduga ibu dari suporter Arema yang menjadi korban peluapan emosi TNI itu.
Baca Juga : Dilantik Jadi Penjabat Sekda, Mas Dhito Langsung Beri Tugas Terjun ke Lapangan Atasi Penyaluran Bantuan
Kunjungan para pelaku penendang suporter Aremania itu didampingi langsung oleh Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto. Salah seorang TNI kemudian menjelaskan pada keluarga korban bahwa dirinya sempat memutarkan video kepada anak buahnya.
Setelah melakukan pemutaran video kejadian penendangan, kemudian TNI yang menjelaskan itu bertanya siapa pelakunya. "Saya tanya siapa pelakunya, ternyata dengan kesatria dia ini mengaku," ujar dia sembari menunjuk anggota TNI lainnya di sebelahnya.
Mendengar penjelasan dari para TNI itu, wanita yang diduga ibu korban itu lantas memberikan tanggapannya dengan menggunakan bahasa Jawa. "Saya gapapa kalau anaknya salah, atau ngerusak, gapapa, tp ini dia ga ngapa-ngapain," ujar wanita yang diduga ibu korban.
Mendengar pernyataan sang ibu korban, akhirnya anggota TNI lainnya melontarkan pertanyaan mengenai permintaan maafnya diterima atau tidak. "Tapi insya Allah dimaafkan ya, bu?" tanya anggota lainnya.
"Iya kalau udah gini ya dimaafkan, karena udah ketemu langsung," jawab perempuan itu lagi.
Baca Juga : Unik, Sekelompok Muda-mudi Ini Gelar Doa Bersama Dipimpin Google
Momen permintaan maaf TNI pelaku penendang suporter Arema itu dibenarkan oleh Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V Brawijaya Mayor Kusdi. Kunjungan tersebut didampingi langsung oleh Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto.
"Iya benar, itu Pangdam yang langsung ke sana, ke rumah korban tendangan itu. Kemarin sore. Langsung didampingi oleh Pangdam untuk meminta maaf kepada korban," kata Kusdi, Rabu (5/10/2022).