JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar lanjutan acara Curah Pendapat Merajut Harmoni Membangun Negeri secara offline di Bulusari, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu (13/08/2022).
Dalam acara tersebut, Bakesbangpol Banyuwangi mengundang berbagai organisasi masyarakat, organisasi pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan beberapa lembaga lain yang andil dalam mendukung kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan even yang baru pertama kali digelar.
Baca Juga : Desa di Gresik Ini Siapkan Tenaga Ahli Bidang Pengelasan
Acara yang dilaksanakan di Pasar Kebangsaan dengan memberdayakan dan mengoptimalkan potensi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat sekitar juga menghadirkan Ketua MUI, FKUB, Para Pejuang Veteran, Mahasiswa dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Banyuwangi.
Pada forum penghargaan bagi 10 peserta terbaik yang dapat mencurahkan pendapatnya secara terstruktur, terprogram, dan terencana melalui sebuah pemaparan masalah dan pemberian usulan solusi yang dilaksanakan secara Hybird beberapa hari sebelumnya.
Setelah para sepuluh terbaik menerima penghargaan, masing-masing peserta terbaik diminta memaparkan gagasan dan memberi tanggapan di hadapan para tamu undangan dan masyarakat sekitar yang hadir.
Pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sebagai salah satu organisasi masyarakat di Kabupaten Banyuwangi juga turut serta dalam mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Pada acara puncak tersebut salah seorang Pemuda LDII Banyuwangi, Hasan Argadinata mendapat kesempatan untuk menyampaikan gagasan sebagai bentuk curahan pendapat.
Hasan yang berlatar pakar bidang pengelolaan pendidikan dan manajerial kependidikan yang mewakili Pemuda LDII ikut memberikan tanggapan atas paparan dari peserta yang lain mengenai Wawasan Pancasila di sekolah.
Setelah tiba kesempatan untuk menyampaikan gagasannya, alumni S2 Universitas Negeri Malang (UM) ini memaparkan makalah Harapan Pemuda LDII Dalam Menghadapai Masa Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, dengan banyak penduduk usia produktif pada masa mendatang yang menjadi senjata membangun dan memajukan Banyuwangi.
Baca Juga : Sosok Nyata Kartun Popeye Terinspirasi dari Laki-Laki yang Hobi Berkelahi dan Paling Ditakuti
“Tentunya dalam perbaikan tersebut harus dimulai sejak dini melalui anak-anak muda yang produktif, memiliki militansi tinggi dan beradab. Dalam pelaksanaanya LDII sudah berupaya secara maksimal dan menyiapkan anak muda hebat ke depan melalui program FAS (Festival Anak Sholih), Perkemahan Masa Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia Camping (Permata CAI) dan kegiatan lainnya,” ujar peraih perak Porprov Jatim 2015 itu.
Pemuda asli Bayuwangi itu juga menyampaikan sebuah solusi dengan meminta Pemkab Banyuwangi dapat mewadahi dan memfasilitasi sebuah forum yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui workshop/pelatihan/lokakarya berisikan upaya perbaikan diri organisasi, menciptakan organisasi sehat, implementasi kepemimpinan yang memang dapat menjadi output generasi muda di kalangan organisasi muda di Banyuwangi.
Hasan juga menuturkan bahwa dengan wadah tersebut akan menjadi strategi unggul menciptakan harmoni antar organisasi masyarakat dan umat beragama. Karena secara tidak langsung selama mengikuti pelatihan antar peserta akan terjalin komunikasi yang baik dan saling mengenal.
“Ini menjadi wadah yang berkah untuk menjalin silaturahim dan berkolaborasi antar organisasi kepemudaan,” imbuhnya.
Karena generasi muda adalah lanjutan dari perjuangan generasi tua di masa kini. Pada akhir pidatonya, Hasan menyampaikan penutup dengan pantun yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari pada hadirin.
“Dengan memberanikan diri menyampaikan gagasan bukan untuk apa-apa tetapi hanya untuk membuka pintu agar LDII tidak dianggap eksklusif tapi mau berkolaborasi dengan Organisasi lainnya dan semata untuk pengembangan diri secara pribadi,” pungkasnya.