Jatim Times Network Logo
Peristiwa

Kemungkinan Jadi yang Pertama, Bendungan Sutami Akan Dibangun PLTS Floating Berkapasitas 100 Megawatt

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

01 - Aug - 2022, 01:06

Bendungan Sutami. (Foto: Istimewa).
Bendungan Sutami. (Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Perum Jasa Tirta (PJT) I Malang berencana akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bendungan Sutami, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. PLTS yang dirancang beroperasi secara floating atau terapung ini, diproyeksikan bisa menghasilkan tenaga listrik dengan kapasitas hingga 100 megawatt.

Dalam rencana tersebut, PJT I bekerja sama dengan pembangkitan jawa bali (PJB) sebagai anak perusahaan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kepala Departemen Humas dan Informasi Publik PJT I, Didit Priambodo mengatakan, dalam pelaksanaan pembangunannya nanti, pihaknya akan melibatkan pihak ketiga atau investor. 

Baca Juga : Dibonceng Orang Tuanya Menggunakan Trail, Bocah 7 Tahun Tewas Akibat Kecelakaan

"Memang ada rencana pengembangan PLTS terapung di Waduk Sutami. Kerjasama dengan PT. PJB. Saat ini menunggu terbitnya penugasan dari PT. PLN sebagai induk PJB," ujar Didit melalui sambungan telepon, Senin (1/8/2022).

Ia menjelaskan bahwa saat ini tenaga surya memang menjadi salah satu energi baru terbarukan yang diproyeksikan bisa menggantikan dari energi berbahan fosil. Saat ini, sudah ada beberapa tawaran dari sejumlah calon investor terkait rencana tersebut.

"Dari beberapa kali pertemuan ini, paling tidak sudah ada FS (Feasibilty Study) dan DED (Detail Engineering Design) untuk PLTS Terapung di (Bendungan) Sutami ini. Jadi paling tidak kami sudah tahu, rencana kapasitasnya seperti apa dan kapasitasnya seperti apa," terang Didit.

Proyek tersebut diperkirakan bakal membutuhkan anggaran hingga Rp 1,6 Triliun. Dan diproyeksikan baru bisa beroperasi pada tahun 2024 mendatang. Saat ini, Bendungan Sutami sendiri mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTA) berkapasitas 105 Megawatt.

Didit menjelaskan, selain di Bendungan Sutami, rencana serupa juga tengah berproses di dua titik. Yakni di Bendungan Wonogiri dan Bendungan di Bendungan Kedung Ombo. Keduanya, sama-sama berada di Provinsi Jawa Tengah. 

"Kalau di Bendungan Wonogiri dan Kedung Ombo, kami menggandengnya dengan PT Indonesia Power, yang juga sama berinduk di PT PLN. Cuma mereka beroperasinya di Jawa Tengah," jelas Didit.

Menurutnya, hingga saat ini di Indonesia memang masih belum ada PLTS Floating yang disambungkan ke PLN. Dengan hal tersebut, jika rencana PLTS Floating di Bendungan Sutami ini bisa terealisasi, tidak menutup kemungkinan bakal menjadi yang pertama di Indonesia. 

Baca Juga : Pamit Buang Air Besar di Sungai, Warga Ampelgading Diduga Hanyut dan Tenggelam

"Ya minimal bisa menjadi yang pertama di Jawa Timur. Saat ini yang sedang dalam tahap pembangunan itu di Jawa Barat, jadi sedang dalam proses juga, dan belum beroperasi," terang Didit. 

Ia menjelaskan, kedepannya, PLTS di Waduk Sutami ini tidak menutup kemungkinan bisa berkapasitas lebih dari 100 megawatt seperti yang dirancang pada awal ini. Sebab, hal tersebut saat ini masih menyesuaikan dengan aturan yang ada.

Dimana, instalasi PLTS di Waduk Sutami ini, maksimal hanya diperbolehkan mengapung dengan luas 5 persen dari luas permukaan waduk saat berada di elevasi terendah. Atau istilahnya adalah low water level (LWL). 

"Istilahnya LWL Lowest Water Level. Itu hanya maksimal 5 persen. Dari situ sudah kami kalkulasi, optimalnya di awal ini ketemu angka 100 megawatt. Cuma kedepannya, nanti sesuai dengan kebijakan pemerintah bahwa batas itu juga bisa ditambah, jadi tidak hanya 5 persen. Kemungkinan bisa ditambah," pungkas Didit. 


Topik

Peristiwa


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Sri Kurnia Mahiruni