Vaksinasi di Ngantang Dipusatkan di 2 Titik, Sasar Wilayah Belum Tersentuh PMK | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Vaksinasi di Ngantang Dipusatkan di 2 Titik, Sasar Wilayah Belum Tersentuh PMK

Jun 22, 2022 18:56
Proses vaksinasi di wilayah Ngantang Kabupaten Malang.(Foto: Istimewa).
Proses vaksinasi di wilayah Ngantang Kabupaten Malang.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Pelaksanaan vaksinasi yang digelar di Kecamatan Ngantang, Rabu (22/6/2022) dipusatkan di dua titik. Totalnya ada sebanyak 500 dosis vaksin yang disalurkan. Satu titik di kandang milik KUD Sumber Makmur sebanyak 61 dosis dan titik lainnya di Dusun Ganten, Desa Tulungrejo sebanyak 469 dosis vaksin PMK.

Kegiatan vaksinasi tersebut dikomandoi oleh KUD Sumber Makmur dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang. Dipilihnya dua titik di Ngantang tersebut untuk menjadi sasaran vaksinasi adalah karena di dua tempat tersebut dinilai masih belum tersentuh PMK. 

Baca Juga : Link Download GB WhatsApp Pro Apk Versi Terbaru Anti Banned

"Di Desa Tulungrejo itu juga banyak ternaknya, tapi dusun yang terkait hari ini pelaksanaan vaksin belum terdapat PMK. Jadi dusun-dusun yang masih dalam kondisi kosong PMK, diutamakan. Memang masih belum terpapar PMK sama sekali ada sekitar 500 ekor sapi," ujar Ketua KUD Sumber Makmur Sugiono, Rabu (22/6/2022).

Berdasarkan datanya, di Kecamatan Ngantang ada sejumlah desa yang dinilai jumlah populasinya cukup banyak. Sehingga harus dilakukan pemetaan untuk menjadi sasaran vaksinasi. Beberapa desa tersebut antara lain Desa Pagersari, Sidodadi, Waturejo, Tulungrejo dan Jombok.

Secara keseluruhan, populasi sapi di Ngantang kurang lebih ada sekitar 17.800 ekor sapi. Di mana, dari laporan yang diterima Selasa (21/6/2022), ada sekitar 8.000 ekor sapi yang terkonfirmasi PMK. Dan semua sapi berjenis sapi perah tersebut tercatat sebagai anggota KUD Sumber Makmur.

"Alhamdulillah itu (sapi) yang sehat kita harapkan, dengan vaksin ini merupakan salah satu bentuk support kepada kita pengelola koperasi dan peternak, bahwa perhatian pemerintah itu Alhamdulillah sudah bagus, dan vaksin bisa direalisasikan. Dan secepat mungkin sapi-sapi yang sehat bisa mendapat vaksin," terang Sugiono.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang Sodiqul Amin menyambut baik upaya pemerintah yang telah mengalokasikan vaksin PMK ke Pujon dan Ngantang. Namun di sisi lain, ia juga berharap agar peternak bisa lebih sabar dan perlu paham bahwa tidak semua ternak bisa mendapat vaksin. Ternak yang bisa dilakukan vaksinasi adalah ternak yang sedang tidak dalam kondisi sakit dan bergejala PMK.

Baca Juga : Gandeng Perusahaan Korea, NUJEK Kerja Sama dalam Proyek Konvensi Bahan Bakar Kendaraan Listrik

"Bahwa tidak semua hewan ternak bisa divaksin, jadi ada beberapa pertimbangan sebelum dilakukan vaksinasi kepada hewan ternak. Contoh, jadi kalau yang sudah terpapar dalam posisi sakit dan telah menunjukan gejala klinis, itu tidak boleh dilakukan vaksinasi. Sehingga vaksin ini memang harus diberikan hewan ternak yang dalam posisi sehat," terang politisi NasDem ini.

Untuk itu, dirinya berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bisa segera mencairkan anggaran belanja tak terduga (BTT) yang telah direncanakan untuk penanganan PMK. Khususnya digunakan untuk membeli obat-obatan dan vitamin bagi sapi yang sedang muncul gejala akibat PMK.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
vaksin pmk kud sumber makmur

Berita Lainnya