Tips n Trik Menjadi Hafiz Al-Quran Selagi Kuliah, Berikut Ulasan Lengkapnya | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Tips n Trik Menjadi Hafiz Al-Quran Selagi Kuliah, Berikut Ulasan Lengkapnya

Jun 18, 2022 08:53
kanan,Gus Syauqi Irfan Zidni, seorang Hafiz Al-Quran 30 juz, kiri Gus Achmad Fajrul Falach, hafiz 20 juz UIN Maliki Malang
kanan,Gus Syauqi Irfan Zidni, seorang Hafiz Al-Quran 30 juz, kiri Gus Achmad Fajrul Falach, hafiz 20 juz UIN Maliki Malang

JATIMTIMES- Menjadi seorang hafiz Al-Quran adalah impian sebagian besar umat Muslim. Bukan hanya karena keutamaan yang dijanjikan Al-Quran dan Hadis-hadis Nabi, tetapi keutamaan selama di dunia juga tidak kalah menjadi motivasi utama seseorang menghafalkan ayat-ayat Al-Quran.

Seperti apa yang disampaikan Gus Syauqi Irfan Zidni, salah seorang Hafiz muda yang menjuarai MHQ di Gresik, bahwa terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memulai menghafal Al-Quran. Pemuda yang juga menjadi anggota Hai’ah Tahfiz Quran (HTQ) ini menyampaikan beberapa pengalamannya selama menghafalkan kalam-kalam Allah. 

Baca Juga : 4 Prodi FH UB Raih Akreditasi Internasional dari Lembaga Akreditasi Jerman

Pertama dan utama adalah membersihkan niat semata-mata hanya untuk Allah SWT. Sementara keinginan seperti ingin dipuji, menjadi imam masjid besar haruslah dikesampingkan karena hanya akan menjadi penghambat dalam proses menghafal. Karena dengan niat yang tulus dan sungguh-sungguh dalam menghafal akan mempermudah dalam mendapatkan ridho Allah SWT.

Banyaknya mahasiswa ataupun pelajar yang masih bingung bagaimana untuk memulai dalam menghafal Al-Quran, rasa ingin tahu dan semangat yang menggebu-gebu di awal itu menurutnya sangat baik, namun harus dikelola agar maksimal. Dengan menambah hafalan satu halaman setiap hari secara rutin, maka dalam satu bulan bisa menghafal 1 juz. 

Dengan tidak lupa mengulang hafalannya selama satu bulan maka akan melancarkan dan mempermudah dalam menjaga hafalan. Metode 1 halaman 1 hari sangat cocok diterapkan bagi mereka yang cukup padat dengan kegiatan, kurang lebih membutuhkan waktu 3 tahun untuk mengkhatamkan 30 juz Al-Quran. 

Intensif dalam menambah dan mengulang hafalan sangat penting, bukan hanya asal menghafal, adanya guru dalam proses menghafal Al-Quran juga tidak dapat ditinggalkan. Sebagai pembimbing dalam ketepatan bacaan dan juga seorang guru yang diharapkan berkahnya dalam proses menghafal Al-Quran.

Lantas, bagaimana cara menjaga hafalan selagi jadwal kuliah yang padat?, Dengan istiqamah murajaah (mengulang bacaan hafalan) menjadi poin penting. Selain itu hal yang harus disadari dan wajib dilakukan seorang penghafal Al-Quran yaitu menjauhi hal-hal maksiat. Karena Al-Quran adalah sebagai nur (cahaya) maka untuk dapat menjaganya tetap bersinar dalam hati harus menghapus semua kegelapan yang sumbernya adalah maksiat. 

Paling ideal dan menjadi tolak ukur seseorang sudah benar-benar hafal kalam-Nya yaitu dengan murojaah di dalam salat. “Saya lebih memilih 3 juz sehari, dengan artian dalam 10 hari sudah khatam untuk murojaah hafalan saya”, tutur pemuda asal Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir UIN Maliki Malang itu. 

Baca Juga : Respon Pelantikan 2 Menteri Baru, Ini Masukan Pakar Pemerintahan UB

Pemilihan waktu murajaah juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan, agar tidak mengganggu waktu kuliah yang cukup padat, maka pagi hari ketika otak masih segar sangat disarankan. Untuk menambah kemampuan dalam menghafal, murajaah ataupun ziyadah (menambah hafalan baru) di sore atau malam hari setelah salat tahajud adalah pilihan yang tepat.

Tujuan yang juga menjadi motivasi terbesar seorang penghafal yaitu bacaan Al-Quran yang telah dimiliki kelak akan menjadi pengantar pada tingkatan di Surga. Keutamaan seperti seorang penghafal Al-Quran kelak akan memakaikan mahkota serta jubah untuk kedua orang tuanya di surga-Nya menjadi impian terbesar seorang penghafal Al-Quran. Bukan hanya itu, bacaan Al-Quran kelak menjadi pemberi syafaat kepada pemiliknya di hari kiamat. Maka dari itu, seorang hafiz tercermin pada perilaku qur’ani yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Berbagai tantangan yang sering dihadapi seorang penghafal Al-Quran bukanlah menjadi masalah jika niat sudah tertanam kuat di hati. Kesibukan dalam perkuliahan, banyaknya kegiatan dalam organisasi dan apa pun itu diatasi dengan pengelolaan waktu yang baik. Prioritas utama dalam menghafal yaitu murojaah, disiplin waktu serta meninggalkan hal atau kegiatan yang sia-sia menjadi sarana yang dapat menunjang hafalan Al-Quran. 

Nah, itulah beberapa hal yang harus kamu lakukan dan hindari untuk berproses menjadi seorang hafiz Al-Quran. Semoga bermanfaat ya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
hafiz al quran cara menjadi hafiz al quran

Berita Lainnya