Porprov Jatim: PBFI Kota Malang Turunkan Dua Atlet | Jatim TIMES

Porprov Jatim: PBFI Kota Malang Turunkan Dua Atlet

May 11, 2022 17:11
Salah satu atlet PBFI Kota Malang saat menjalani latihan (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Salah satu atlet PBFI Kota Malang saat menjalani latihan (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - PBFI (Persatuan Binaraga dan Fitnes Indonesia) Kota Malang menargetkan untuk meraih medali perunggu dan perak di cabang olahraga (cabor) binaraga dalam gelaran Porprov Jatim VII pada awal Juli mendatang.

Target yang diusung pada Porprov itu karena PBFI baru terbentuk di Kota Malang. Dan pihaknya mengharap adanya partisipasi baru pada cabor tersebut.

Baca Juga : Ekonomi Jatim Tumbuh 5,20 Persen Kuartal I-2022, di Atas Pertumbuhan Nasional 5,01 Persen

 

Sejauh ini, ada dua atlet yang tengah dipersiapkan dengan latihan berat hingga menjaga asupan makanan hingga bertanding nanti.

Ketua PBFI Kota Malang Dhimas Satrio Raharjo mengatakan, untuk dua atlet yang disiapkan yakni Dewa Putra Ferdiansyah (21) yang masih berstatus sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri Kota Malang. Sedangkan satu atlet lainnya yaitu Muhammad Fiki (17) yang masih duduk di bangku salah satu SMK negeri di Kota Malang.

“Mereka asli dari Malang, target saya bisa perunggu untuk kelas 80 plus dan perak kelas 70,” kata pria yang akrab disapa Samid Yakuza saat diwawancarai.

Kedua atlet tersebut dijadwalkan akan bertanding pada tanggal 1 dan 2 Juli mendatang di Situbondo.

Menurutnya untuk saingan terberat dalam Porprov Jatim VII yakni daerah seperti Blitar dan Pasuruan. Karena dia menilai kedua daerah tersebut memiliki pembinaan yang lebih baik untuk cabor binaraga.

“Selain masyarakat pesisir itu sudah terbiasa makan ikan, di sana juga mereka sudah menggandeng tempat-tempat gym untuk mau ikut berpartisipasi dalam mengembangkan cabor binaraga, itu yang mereka jalankan,” kata Samid.

Saat ini kedua atlet tengah digembleng untuk menaikkan masa ototnya. Training camp (TC) juga sudah dijalankan dalam sepekan dengan total waktu selama dua bulan. Bahkan, Samid mengaku bahwa persiapan kedua atlet tersebut sejauh ini masih berjalan sekitar 70 persen.

“TC sudah satu minggu dengan program selama 60 hari, mereka sedang menaikkan masa ototnya, seperti Dewa itu masa ototnya naik 2,5 kilogram, yang penting sizenya dapat nanti kita potong selaput ototnya, sudah ada perbedaan jauh sejak tes awal,” kata Samid.

Dalam melakukan persiapan, Samid mengaku menggembleng atletnya pada malam hari. Hal itu juga sekaligus untuk menjaga kondisi atletnya.

“Kenapa latihan malam? supaya capek langsung tidur, ya ini soal komitmen karena hormon pertumbuhan otot terjadi saat tidur,” kata Samid.

Baca Juga : Mentan Sebut Wabah PMK Bisa Dikendalikan dan Tidak Menular ke Manusia

 

Selain menjaga kondisi, Samid juga mengaku ada pantangan yang harus dijalankan oleh atletnya. Pantangan itu seperti tidak memakan makanan yang mengandung garam, santan, minyak goreng dan lainnya.

“Kalau bawang merah, bawang putih, tomat masih boleh, tapi kalau sudah berbau yang enak-enak nggak boleh, seperti tirakat, nanti mereka ini H -2 tidak ada asupan suplemen dan H -5 harus diet ari jadi penggantinya dari buah seperti anggur, tomat tapi tidak di jus atau harus dikunyah,” ungkap Samid.

Demi menyukseskan sejumlah pantangan makanan, Samid juga bekerja sama dengan orang tua atlet. Dimana hal itu dianggap efektif untuk menjaga atlet.

“Menu makanan setiap atlet beda, aku yang kasih menu sendiri dan dari orangtuanya aku request, makanannya sekian, suplemennya sekian, istirahat juga harus disiplin, kalau begadang nggak jadi bisa sia-sia,” ungkap Samid.

Sejauh ini, kendala yang sering dihadapi oleh tim pelatih dalam membina kedua atlet tersebut adalah soal pembagian waktu belajar. “Mereka ini kan masih ada yang sekolah dan kuliah, tetapi kembali lagi ke komitmen, harapannya mereka bisa memberikan yang terbaik untuk Kota Malang nantinya,” kata Samid.

Di sisi lain, dia juga menyampaikan sebenarnya potensi pemuda di Kota Malang untuk olahraga binaraga antusiasnya sangat tinggi. Namun sayangnya para pendatang baru masih didominasi pemuda asal luar daerah.

“Sebenarnya pemuda di Kota Malang banyak yang senang nge-gym ya pendatang baru tapi sayangnya dari luar daerah anak-anak kuliah itu,” tutup Samid.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
PBFI malang persatuan binaraga dan fitnes indonesia Kota Malang Cabang Olahraga Porprov Jatim VII

Berita Lainnya