01/12/2022 Sejarah Hari Buruh 1 Mei, Berasal dari Perjuangan Buruh dan Kerusuhan di Amerika | Jatim TIMES

Sejarah Hari Buruh 1 Mei, Berasal dari Perjuangan Buruh dan Kerusuhan di Amerika

May 01, 2022 12:45
Ilustrasi aksi demonstrasi para buruh di Indonesia yang memperingati Hari Buruh Sedunia 1 Mei. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi aksi demonstrasi para buruh di Indonesia yang memperingati Hari Buruh Sedunia 1 Mei. (Foto: Istimewa)

Pewarta: Tubagus Achmad | Editor: Pipit Anggraeni

JATIMTIMES - Setiap tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Sedunia. Tapi, tahukah Anda, sejarah dibaliknya sehingga setiap tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Sedunia? Berikut ulasan singkat dari JatimTIMES.com mengenai sejarah Hari Buruh Sedunia 1 Mei.

Ternyata Hari Buruh ini memiliki sejarah panjang yang berasal dari aksi demonstrasi oleh kawan-kawan serikat buruh di Amerika Serikat pada tanggal 1 Mei 1886.

Baca Juga : Nikmati Lebaranmu dengan Berkunjung ke Wisata Kuliner Alun-Alun Kota Batu

Pada masa itu, terdapat beberapa tuntutan utama dari para buruh terkait jam kerja. Yakni menuntut perusahaan dan pemerintah memberlakukan sistem 8 jam kerja per harinya. Karena pada masa itu, buruh masih dituntut untuk bekerja selama 16 jam per harinya.

Menurut Ensiklopedia Sejarah Buruh di Seluruh Dunia, pada 1 Mei 1886 sebuah organisasi bernama Federation of Organized Trades and Labor Unions of the United States and Canada (FOTLU) menggelar demo menuntut perubahan durasi bekerja dari 16 jam menjadi delapan jam per hari.

Hal itu membuat para buruh di Amerika Serikat turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran dan mogok kerja kerja massal. Setidaknya, aksi demonstrasi yang digelar di berbagai kota di Amerika Serikat ini diikuti oleh 300 ribu hingga 500 ribu buruh.

Aksi demonstrasi dari ratusan ribu buruh ini pun tidak hanya berlangsung selama satu hari, melainkan selama beberapa hari. Dilansir dari Majalah TIME, bahwa pada saat aksi demonstrasi tersebut terjadi kerusuhan di kawasan Alun-Alun Haymarket. Hingga ditandai sebagai peringatan Haymarket Riot.

Haymarket Riot merupakan tragedi kekerasan yang melibatkan polisi dan buruh yang tengah melakukan aksi demonstrasi di Chicago pada tanggal 4 Mei 1886. Peristiwa ini berasal dari kerusuhan pada tanggal 3 Mei pada saat aksi demonstrasi di Perusahaan McCormick Harvesting Machine Company. 

Wali Kota Chicago pada saat itu yakni Carter Harrison hadir dalam aksi demonstrasi yang digelar di Haymarket Square untuk merespons aksi damai para buruh. Pada peristiwa tersebut, terdapat seorang buruh yang terluka hingga tewas, ketika 180 personel polisi berusaha membubarkan massa aksi.

Ketika orator terakhir turun dari mimbar aksi, terjadi pelemparan bom yang mengarah ke barisan polisi. Hingga saat ini belum jelas siapa yang melakukan pelemparan bom tersebut.

Alhasil dari kelompok buruh dan pihak kepolisian pun menelan korban. Setidaknya 30 orang buruh tewas dan 40 orang lainnya luka-luka. Sedangkan dari pihak kepolisian sebanyak 7 orang polisi tewas pada peristiwa tersebut.

Kemudian, pada Agustus 1886, terdapat delapan tersangka yang dituduh sebagai pemicu kerusuhan Haymarket. Kedelapan orang itu pun dijatuhi hukuman berat. Hakim Joseph E. Gary menjatuhkan hukuman mati kepada tujuh orang dan satu tersangka dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.

Tiga tahun setelah kerusuhan berdarah tersebut, Kongres Sosialis Internasional pertama tahun 1889 yang diadakan di Paris mengakui secara resmi bahwa tanggal 1 Mei adalah Hari Buruh Sedunia.

Pemilihan tanggal tersebut tidak dilepaskan dari upaya untuk mengenang perjuangan para buruh dan kerusuhan saat terjadi aksi demonstrasi di Amerika Serikat, Kanada, serta Haymarket Square. Kemudian pada tahun 1904 Kongres Sosialis Internasional mewajibkan para pekerja berlibur pada 1 Mei. Sejak saat itu, tanggal tersebut dipakai sebagai hari libur di banyak negara.

Sejarah Hari Buruh di Indonesia

Baca Juga : KASN Sudah Beri Restu, Pemkab Malang Segera Proses Lelang Terbuka Jabatan Kosong

Sejarah Hari Buruh di Indonesia dimulai pada era kolonial Hindia Belanda. Peringatan ini dimulai pada 1 Mei 1918 oleh Serikat Buruh Kung Tang Hwee. Aksi demonstrasi ini berawal dari tulisan Adolf Baars, seorang tokoh sosialis Belanda.

Di mana Baars mengkritik harga sewa tanah milik kaum buruh yang terlalu murah untuk dijadikan perkebunan. Baars juga menyatakan bahwa kaum buruh bekerja keras tanpa upah yang layak. Selain itu, Baars memprotes sistem kepemilikan pabrik gula di Jawa.

Tidak hanya di Hindia Belanda, perayaan Hari Buruh ini juga digelar di Asia. Namun, penduduk asli belum tertarik pada perayaan ini. Akhirnya tiga tahun berselang, tepatnya pada tahun 1921, HOS Tjokroaminoto bersama muridnya yakni Soekarno, berpidato mewakili serikat buruh di bawah pengaruh Sarekat Islam.

Dua tahun setelahnya, pada tahun 1923, terjadi peringatan hari buruh terpanjang di era kolonial. Setelah perayaan 1 Mei, buruh kereta api mengalami pemotongan gaji. Buruh kereta api pun melakukan aksi mogok kerja yang berhasil melumpuhkan perhubungan. Para buruh pun akhirnya diberi ancaman pemecatan apabila tidak segera kembali bekerja.

Tiga tahun setelah itu, pada tahun 1926, peringatan hari buruh ditiadakan. Pemerintah Hindia Belanda sedang waspada karena ada kabar bahwa akan ada perlawanan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Perlawanan ini benar-benar terjadi, namun gagal. Hari buruh pun tidak lagi dirayakan dan menjadi catatan terakhir perjuangan buruh di era kolonial.

Pasca era kolonial, sejarah hari buruh juga muncul pada era kemerdekaan. Pada 1 Mei 1946 sejarah mencatat Kabinet Sjahrir justru menganjurkan peringatan Hari Buruh. Melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1948 diatur bahwa setiap tanggal 1 Mei buruh boleh tidak bekerja.

Undang-undang tersebut juga mengatur perlindungan anak dan hak pekerja perempuan. Sayangnya, di era orde baru perayaan hari buruh dilarang keras karena diidentikkan dengan paham komunis.

Pasca kepemimpinan Orde Baru berakhir, Indonesia memasuki zaman reformasi. Di mana peringatan Hari Buruh pun kembali menggema dan digelar oleh kawan-kawan buruh di seluruh daerah. Kemudian pada tahun 2013 saat masa kepemimpinan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Hari Buruh Sedunia setiap tanggal 1 Mei diperingati sebagai hari libur nasional hingga saat ini.

Judul berita Sejarah Hari Buruh 1 Mei, Berasal dari Perjuangan Buruh dan Kerusuhan di Amerika.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Hari Buruh sejarah hari buruh

Berita Lainnya