JATIMTIMES - Kampung Pancasila kembali disematkan di salah satu desa di Kabupaten Tulungagung. Adalah Desa Tugu, Kecamatan Rejotangan, yang menjadi Kampung Pancasila dengan ditandai berdirinya gapura di jalan desa ini.
Kepala Desa Tugu Didik Purno Nugroho mengatakan, adanya Kampung Pancasila ini diharapkan semakin memperkuat pemahaman masyarakat sebagai warga negara yang memiliki Pancasila sebagai ideologi bangsa.
Baca Juga : Heboh 2 Lelaki dan 1 Wanita Disebut Hilang di Pantai Sine Tulungagung, Ini Kata Polisi
"Kita harapkan, supaya semakin kuat, kehidupan masyarakat yang hormat-menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda dengan tetap terbina toleransi dan kerukunan hidup beragama," kata Didik, Senin (7/3/2022).
Ia menegaskan, masyarakat juga menempatkan persatuan dan kesatuan serta kepentingan lain atas dasar Bhineka Tunggal Ika.
Pemerintah memilih Desa Tugu sebagai Kampung Pancasila dengan melihat tingkat toleransi agama yang tinggi. Beberapa indikasinya, Desa Tugu konsisten menegakkan nilai-nilai Pancasila sebagi pedoman dalam berbangsa dan bernegara.
"Ini ditandai dengan penerapan nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Sikap toleran antarumat beragama selalu dijaga masyarakat," ujar Didik.

Alhasil, masyarakat yang bebeda pandangan hidup dan beda pilihan politik dapat hidup damai tanpa konflik. "Selalu hidup rukun dan saling menghargai," ungkapnya.
Dipaparkan Didik, sebagai kepala desa, dia sejak awal mempunyai visi "Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya di Desa Tugu untuk membangun infrastruktur ekonomi, sosial budaya dan sumber daya manusia secara partisipatif dan terencana dengan tetap menjaga nilai-nilai luhur budaya masyarakat yang Bhineka Tunggal Ika.
"Pengembangan budaya melalui Pancasila juga akan menghasilkan kecerdasan spiritual. Lalu, pengembangan sosial akan menghasilkan kecerdasan emosional, dan pengembangan ilmiah akan menghasilkan kecerdasan intelektual," katanya.
Baca Juga : Transisi Menuju Normal, Luhut Sebut Perjalanan Domestik tidak Perlu Sertakan Hasil PCR
Kekompakan warga dengan dibantu segenap anggota TNI dan Polri terlihat dari gotong royong mendirikan gapura Merah Putih di pintu masuk jalan utama ke pusat Pemerintahan Desa Tugu ini.
Dengan berdirinya gapura ini, Didik Purno Nugroho berharap warganya tetap menjadi suri tauladan dalam menciptakan hidup rukun dan mempertahankan sikap toleransi di tengah keberagaman.
Sebagai kepala desa, Didik juga tidak lupa mengucapkan terimabkasih pada semua tokoh masyarakat, bhabinkamtibmas dan babinsa serta semua pihak yang dengan sukarela dan penuh kebersamaan membangun kesadaran yang tinggi dalam membina kerukunan serta toleransi di Desa Tugu.
"Dengan kerukunan serta persatuan dan kesatuan antarumat beragama ini, maka semangat toleransi dapat kita pupuk untuk menumbuhkan sikap saling menghargai antarmasyarakat," pungkasnya.