JATIMTIMES - Petinju Hero 'The Lion' Tito (35) yang meninggal dunia pada Kamis (3/3/2022) kemarin sekitar pukul 16.45 WIB dulu pernah mengenakan sandal jepit untuk berlatih tinju.
Pelatih tinju pertama Hero Tito, Muchamad Jaeni, menuturkan bahwa perjuangan anak didiknya itu dulu sangat keras. Namun perjuangan tersebut berbuah nama Hero Tito yang sampai dikenal pecinta tinju setanah air.
Baca Juga : Kota Batu Terpilih Sebagai Tuan Rumah W20, Bakal Diresmikan Jadi Sister City
“Sampai sarung tangan untuk target pukul itu dulu pakai sandal jepit. Karena sasana itu dulu baru, tidak ada alat sama sekali. Cuman gedung kosong. Sampai akhirnya dapat bantuan peralatan lengkap dari Anto Baret,” terang Jaeni, yang melatih Hero Tito kecil di Lesanpuro BC.
Menurut Jaeni, Hero merupakan sosok tekun dan tertib saat berlatih tinju semasa mudanya. Bahkan, ketika Hero berlatih fisik, Jaeni mengakui seakan tidak pernah lelah.
“Latihan itu tiap hari tidak ada libur dulu. Dia pun kalau datang ke sasana yang ada di Lesanpuro dari rumahnya di Dusun Sindurejo sini itu, dia lari. Semangatnya luar biasa,” kata Jaeni.
Berkat kerja kerasnya itu, Hero berhasil meraih 17 kali menang selama mengikuti tinju amatir. Hal itu yang membuat Jaeni bangga.
“Saya sangat bersyukur. Selama saya menjadi pelatih Hero, dia menang berkali-kali, sekitar 17 kali menang,” terang Jaeni.
Ketika mendengar kabar bahwa Hero Tito koma dan akhirnya meninggal dunia, Jaeni pun mengaku syok. Apalagi petinju bernama asli Heru Purwanto itu sudah dianggap seperti anaknya sendiri.
“Saya kaget dan syok mendengar kabar itu (dirawat), apalagi sekarang sudah berpulang. Almarhum ini sudah saya anggap seperti anak sendiri,” kata Jaeni.
Baca Juga : Musim Penghujan, Harga Cabai Rawit di Kota Kediri Tembus Rp 70 Ribu Per Kilogram
Petinju berjuluk The Lion itu wafat sekitar pukul 16.45 WIB Kamis 3 Maret 2022 di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta. Hero dirawat selama empat hari di rumah sakit tersebut karena koma usai mendapat pukulan uppercut lawan tandingnya, James Mokoginta, di ronde ke-7 pada ajang Holywings Sport Show di Holywings Club V Gatsu, Minggu (27/2/2022).
Hero Tito mengawali debutnya sebagai petinju pada 28 Februari 2004. Berbagai gelar nasional pernah Tito raih. Salah satunya di ajang Kejuaraan Tinju Dunia Sabuk Emas Xanana 2016 di Timor Leste.
Selain itu, Hero Tito pernah menyabet sabuk gelar juara dunia WPBF (World Professional Boxing Federation) kelas ringan pada 2016. Tito juga pernah meraih juara nasional 2012 kelas bulu 57,1 kilogram, juara nasional 2013 kelas bulu 57,1 kg, juara nasional 2016 kelas ringan junior 58,9 kg, dan juara nasional 2017 kelas ringan junior 58,9 kg.
Sepanjang karirnya di atas ring, petinju dengan julukan The Lion itu telah melakukan 45 pertandingan dengan 27 kemenangan, 11 kali menang KO, 6 kalah KO, dan dua pertandingan berakhir seri.