03/02/2023 Sambal Tumpang Warung Garuda Kediri, Pedasnya Bikin Nangis | Jatim TIMES

Sambal Tumpang Warung Garuda Kediri, Pedasnya Bikin Nangis

Feb 12, 2022 16:38
Nasi Tumpang Warung Garuda. (Eko Arif S/ JatimTIMES)
Nasi Tumpang Warung Garuda. (Eko Arif S/ JatimTIMES)

Pewarta: Eko Arif Setiono | Editor: Sri Kurnia Mahiruni

JATIMTIMES - Warung Garuda yang berada di kawasan pecinan tak pernah sepi dari para pembeli Warung semi permanen yang beratapakan seng tersebut tepatnya berada di jalan Yos Sudarso Kota Kediri berdekatan dengan bangunan cagar budaya Klenteng Tjoe Hwie Kiong.

Warung yang berdiri kokoh di atas trotoar ini sebenarnya tidak terlalu luas berbentuk panjang menyamping. Namun masih kalah dengan panjangnya antrean para pembeli.

Baca Juga : IWAPI Lamongan Kenalkan Kekayaan Budaya Daerah Sejak Dini

Seluruh pegawai tampak sibuk hilir mudik mengantarkan makanan para pembeli, sebagian yang lainnya menyiapkan minuman. Warung ini seperti warung pada umumnya, hanya meja kursi sederhana di sepanjang trotoar menyediakan untuk pembeli yang ingin makan di tempat.

Warung Garuda ini terkenal harganya yang murah sekaligus masakannya yang lezat.

Saat Jatimtimes.com sedang berbincang dengan sang pemilik warung, tiba - tiba asap tipis perlahan memasuki rongga penciuman saya saat wadah tempat sayur dibuka. Bau yang khas sambal tumpang membuat saya tidak sabar ingin cepat menikmati makanan khas Kediri ini.

Warung Garuda milik Bu Ari Utami ini berdiri sejak 1982, yang sebelumnya dinahkodai oleh ibunya. Bu Ari sendiri memulai meneruskan usaha sang ibu sejak 2003. Diberi nama warung Garuda karena warung ini tepat berada di depan gedung bioskop Garuda.

"Sebelum berjualan sendiri saya membantu berjualan ibu di pojok Klenteng Tjoe Hwie Kiong, walaupun hasilnya tak seberapa yang penting cukup. Ia di diajari ibunya memasak sejak kecil, resep turun temurun dari sang ibu diwariskan kepadanya," kata Ari Utami sapaan akrab Bu Ari.

Para pembeli berdesakan

Memasuki tahun 2003, Bu Ari bersama suaminya memulai menggantikan usaha sang ibu karena ibunya sudah memasuki usia lanjut. Bersama suaminya ia mendapatkan sebuah tempat yang menurut mereka sangat strategis jika dibuka warung makan.

Tepatnya di depan Bioskop Garuda, yang sering dilewati orang melintas bahkan dari luar kota. "Akhirnya kami coba berjualan di situ hingga siang," kata bu Ari sambil tersenyum.

Ia bercerita, awal mula berjualan hanya menghabiskan 5 kg beras, bahkan lauk yang ia sajikan juga terbatas. Seluruh lauknya dimasak secara dadakan, ketika ada yang pesan.

Beberapa tahun berlalu, bu Ari dan suami tetap bertahan di warung kecil yang kadang ramai dan sepi itu. 

“Awal ramainya ya dari mulut ke mulut. Orang-orang sering ngrekomendasiin buat makan di sini. Apalagi tempat ini cukup strategis," kata ibu 3 anak ini.

Setiap pukul tiga pagi, Bu Ari bersama suaminya dan seluruh karyawan sudah sudah memulai aktivitas masak memasak. Sampai sekarang, masakan satu per satu ia masak sendiri dibantu suaminya dan beberapa pegawai masak lainnya.

Baca Juga : 2 Kali Berhasil Gondol Hp Mahasiswa, Maling Asal Blitar Ini Akhirnya Ditangkap Polisi

“Sebelum subuh udah mulai masak. Yah, warung ini kan jam enam pagi sudah buka," ucap wanita 41 tahun ini.

Berbagai macam sayur dan lauk pauk ia hidangkan setiap harinya. Dijamin, setiap hari ke sini pun mungkin tak akan bosan. Jika dulu warung kecil semi permanennya hanya mampu menjual beras 5 kg dalam sehari, sekarang ia mampu menghabiskan beras 15 kg dalam sehari bahkan bisa lebih.

Menu yang disajikan oleh Warung Garuda ini antara lain, nasi pecel, nasi tumpang dan nasi rawon. Di antara tiga menu tersebut yang menjadi andalan warung ini ialah nasi tumpang.

Nasi tumpang warung ini mempunyai rasa yang khas sedap dan rasa pedasnya bikin nangis dan bikin lidah ketagihan. Selain nasi tumpang, nasi rawon bikinan Bu Ari ini dagingnya sangat empuk, soal rasa dijamin istimewa. Semua resep masakan Ibu Ari ini ia dapatkan dari sang ibu.

Soal harga dijamin tidak akan merogoh kocek terlalu dalam. Untuk nasi pecel dan tumpang dibanderol dengan harga Rp 8.000 dan untuk nasi rawon dibanderol dengan harga Rp 17.000.

Warung Garuda mulai buka pukul 06.00 hingga pukul 10.00 wib, dalam waktu 4 jam seluruh masakan habis ludes diserbu pembeli.

Selain nasi tumpang menu andalan warung ini ialah telur dadar, orang - orang sering menyebutnya telur gimbal, karena bentuknya menyerupai rambut gimbal. Tampilan telur dadar ini terlihat crispy dengan limpahan irisan daun bawang lombok.

Jika ingin mencoba sensasi pedasnya nasi tumpang Warung Garuda bisa langsung datang ke jalan Yos Sudarso Kota Kediri, depannya Bioskop Garuda.

Judul berita Sambal Tumpang Warung Garuda Kediri, Pedasnya Bikin Nangis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
warung garuda Kuliner Kediri

Berita Lainnya