01/02/2023 Menko Airlangga Minta Program Prioritas PEN Bisa Direalisasikan sejak Awal 2022 | Jatim TIMES

Menko Airlangga Minta Program Prioritas PEN Bisa Direalisasikan sejak Awal 2022

Jan 10, 2022 09:58
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: ekon.go.id)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: ekon.go.id)

Pewarta: Desi Kris | Editor: Yunan Helmy

JATIMTIMES - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah mendorong agar beberapa prioritas pada Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022 bisa direalisasikan sejak awal tahun.

"Untuk mendorong optimalisasi program PEN 2022, pemerintah mendorong agar sejak awal tahun, beberapa program prioritas yang berdampak langsung terhadap ekonomi dan masyarakat harus sudah bisa mulai untuk direalisasikan," kata Airlangga di Jakarta, Minggu (9/1/2021).

Baca Juga : Hasil Survei Indikator: Elektabilitas Airlangga Hartarto Ungguli Megawati Soekarnoputri

Untuk itu, Airlangga memaparkan pada awal 2022, pemerintah akan melakukan front loading beberapa program PEN 2022 atau akselerasi belanja di kuartal I dan II tahun ini walau dalam pelaksanaannya nanti masih bisa berubah mengikuti dinamika dan situasi di lapangan.

Program tersebut pertama yaitu subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 3 persen pada Januari hingga Juni 2022. Prioritas dilakukan dengan mempertimbangkan tingginya permintaan dan realisasi KUR yang pada 2021 mencapai Rp 23,2 triliun per bulan, sehingga perlu dilanjutkan pada 2022.

"Diberikan perpanjangan tambahan subsidi bunga KUR selama 6 bulan (Januari-Juni 2022) yang memerlukan anggaran sebesar Rp 5,64 triliun," kata Airlangga.

Program kedua yaitu perluasan Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima & Warung (BT-PKLW) dan percepatan penyalurannya. Program ini untuk satu juta PKL dan warung yang masing-masing disalurkan Rp 1,2 juta. Pada 2021, program ini berhasil disalurkan 100 persen dalam waktu relatif singkat.

Perluasan target sasaran dilakukan dengan menambahkan nelayan atau penduduk miskin ekstrem (PME) di wilayah pesisir di 212 kabupaten/kota, dengan jumlah sekitar 1,76 juta orang.

Selanjutnya, yang ketiga insentif fiskal berupa PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk perumahan. Insentif fiskal berupa PPN DTP untuk perumahan pada 2021 dialokasikan sebesar Rp 0,96 triliun dan realisasinya sebesar 100 persen.

"Perpanjangan PPN DTP untuk Januari sampai Juni 2022. Namun besarannya dikurangi sebesar 50 persen dari sebelumnya," tukas menko perekonomian tersebut.

Baca Juga : Kuota Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Kota Batu Turun, 2 Desa Dapat Jatah 3 Ribu Sertifikat

Kemudian, insentif fiskal berupa PPnBM DTP untuk otomotif. Insentif fiskal PPnBM DTP untuk otomotif pada 2021 alokasi awal Rp 3,46 triliun, dinaikkan menjadi Rp 6,58 triliun dan realisasi 100 persen.

"Sesuai surat menperin kepada menkeu, untuk mobil dengan harga di bawah Rp 250 juta, PPnBM sama dengan Rp 0, yang saat ini masih dikaji lebih lanjut oleh Kemenkeu," kata Airlangga.

Diketahui, pada tahun anggaran 2022 telah disiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 414,1 triliun untuk program PEN 2022, yang fokus pada tiga klaster. Yaitu bidang kesehatan sebesar Rp 117,9 triliun; bidang perlindungan masyarakat sebesar Rp 154,8 triliun; dan pemulihan ekonomi sebesar Rp 141,4 triliun.

"Untuk bidang kesehatan dan bidang perlindungan masyarakat, besaran alokasi anggaran akan menyesuaikan dengan perkembangan kasus covid-19 di lapangan," pungkas Airlangga.

Judul berita Menko Airlangga Minta Program Prioritas PEN Bisa Direalisasikan sejak Awal 2022.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Airlangga Hartarto Pemulihan Ekonomi Nasional

Berita Lainnya