JATIMTIMES - Pulau Jawa memang dikenal sebagai pulau yang memiliki banyak cerita. Mulai dari awal banyak kerajaan hingga berdirinya sebuah negara.
Dalam perjalanan peradaban itu, tentu banyak sekali peran benda pusaka yang diyakini oleh masyarakat Jawa memiliki tuah tersendiri.
Baca Juga : Viral Wanita Pesan Makanan Via Ojol, Kaget Ternyata Driver Bapak Sendiri
Lalu bagaimana benda pusaka itu bisa muncul dan kemudian dianggap bisa memiliki tuah bagi si mpu-nya?
Media ini menyaring informasi yang diperoleh dari YouTube Kisah Tanah Jawa. Di situ praktisi metafisika dan juga retrokognisi Hari Kurniawan atau yang akrab disapa Om Hao menjelaskan terkait perairan Jawa yang terdapat banyak benda pusaka yang tersisa dari masa lampau.
“Memang di perairan Jawa terdapat banyak benda-benda yang berasal dari peristiwa masa lampau yang bisa didefinisikan sebagai benda purbakala, kemudian benda pusaka dan benda muspika,” terang Om Hao dikutip dari YouTube Channel Kisah Tanah Jawa.
Menurut Om Hao, masa lampu banyak sekali aktivitas maritim. Dalam beberapa kajian yang dipelajari tentang Asia Tenggara, memang menjadi perlintasan dan singgah dari beberapa bangsa asing waktu itu yang masuk wilayah Asia Tenggara. Terlebih Indonesia memiliki perairan yang luas, khususnya Pulau Jawa yang memiliki sungai-sungai besar.
“Yang waktu itu juga menjadi jalur lalu lintas perdagangan kapal. Dan ini juga diperkuat ketika VOC masuk ke Nusantara pada waktu itu Hindia-Belanda dengan membawa komoditas rempah-rempah dan hasil bumi,” ungkap Om Hao.
Bukan hanya itu. Kapal asing juga membawa beberapa barang seperti keramik dari negara Tiongkok. Kala itu teknologi yang digunakan pelayaran dan maritim yang masih sederhana. Ketika terjadi badai di tengah lautan, kapal bisa karam dan ini tentunya membawa peninggalan-peninggalan yang bisa dikaji secara arkeologi maritim.
“Kalau kita melihat di era-era klasik, era-era kerajaan di mana corak Hindu Budha. Waktu itu Majapahit pun memiliki kekuatan maritim yang besar. Dan menjelajah bahkan ke wilayah ke Asia Tenggara sekarang. Tidak hanya di Nusantara saja tapi juga kita lihat ada di Singapura, kemudian Malaka di Malaysia, Kamboja,” beber Om Hao.
Baca Juga : Peduli Banjir Bandang Batu, Pemkab Blitar Kirimkan Relawan Tagana
Dari situ, Om Hao melihat bahwa di dasar lautan masih banyak benda masa lampau yang dibawa oleh kapal asing maupun kapal lokal Nusantara. Hal itu diyakini karena perairan di Asia Tenggara sangat sering menjadi perlintasan kala itu.
“Jadi, Asia Tenggara tidak hanya sebagai jalur perlintasan tetapi juga memegang peranan penting dalam sistem maritim. Tidak hanya di Asia Tenggara maupun Nusantara tetapi juga di dunia pada waktu itu, sehingga warisannya macam-macam,” ungkap Om Hao.
Sementara, bukan hanya benda nyata yang ada di dalam perairan. Melainkan juga terdapat benda yang termanivestasi.
“Kalau kita melihat yang berkaitan dengan pusaka-pusaka ataupun mustika, di sini memang termanivestasi antara nyata dengan astral. Di sini ada ritual penarikan-penarikan,” jelas Om Hao.