JATIMTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji, meminta semua sekolah di Kota Malang menyediakan tabung oksigen dan juga oximeter setelah dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM). Dua benda tersebut, dijelaskannya merupakan hal yang penting, di mana bila terdapat siswa yang tiba-tiba sakit, bisa segera ditindaklanjuti.
"Saya minta ada tabung oksigen, oxymeter. Nanti sekolah-sekolah di bawah koordinasi kepala dinas. Sewaktu-waktu ketika ada siswa yang perlu bantuan segera tertangani," jelasnya.
Baca Juga : 9 atlet Dilepas ke PON XX, Wali Kota Batu Janjikan Hadiah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana SE MM mengatakan mengenai hal tersebut, pihaknya masih akan melakukan koordinasi. "Ini masih kita kaji, kita koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang," jelasnya.
Koordinasi tersebut, disebutnya perlu. Sebab, dalam pengadaan tabung oksigen dan juga oxymeter tentunya berkaitan tentang anggaran. Sehingga, dalam upaya penyediaan tersebut akan dilakukan koordinasi terlebih dahulu. "Tak serta merta, jangan sampai kita salah," jelasnya.
Namun untuk rencana tersebut, pihaknya mendukung dan menegaskan jika hal tersebut memanglah perlu. Sehingga, diharapkan setidaknya satu sekolah minimal memiliki satu tabung oksigen.
"Ya minimal memiliki satu. Kan untuk kebaikan juga itu. Lalu untuk jenjang SMP harapannya satu kelas ada satu oxymeter. Karena kalau SMP kan siswanya lebih banyak," ungkapnya.
Baca Juga : Segera Mulai Pembelajaran Tatap Muka, Kabupaten Blitar Gencarkan Vaksinasi untuk Pelajar
Tak hanya untuk sekolah negeri saja. Keinginan Wali Kota Malang dan juga Disdikbud Kota Malang tersebut, diharapkan juga dilakukan pada sekolah-sekolah swasta.
"Ya swasta juga, karena Bos dan Bosda nya juga lumayan. Nanti bisa diambilkan di situ. Tapi nanti kita kaji dulu, untuk oxymeter dan tabung gas itu," pungkasnya.