JATIMETIMES – Sebuah peninggalan sejarah yang ada di dusun Krajan Desa Randuagung Lumajang, belakangan semakin kurang terawat. Situs Candi Agung yang merupakan peninggalan Kerajaan Lamajang Tigang Juru, sebenarnya sering mendapatkan kunjungan dari pecinta sejarah dari berbagai kota.
Awal ketika mulai populer di kalangan pecinta sejarah, candi ini sering mendapat kunjungan termasuk dari wisatawan, namun kini berangsur sepi karena tidak adanya perawatan. Kini kondisinya semakin memprihatinkan karena ada bagian candi yang runtuh, termasuk pagar sekeliling candi yang mulai rapuh.
Baca Juga : 3 Lumba-lumba Terdampar di Pantai Sidem Tulungagung, 2 Berhasil Dikembalikan ke Lautan
Wahyu (32) salah satu pegiat sejarah Laskar Patih Nambi (LPN) Randuagung mengatakan, setiap ada kunjungan yang selalu mendapati keluhan para pengunjung karena kondisi jalan masuk dan area sekeliling candi.
"Kebanyakan saat datang kesini tidak sesuai yang mereka harapan yang mereka lihat di media sosial, kadang orang-orang yang ingin tau langsung merasa kurang nyaman karena tempat dan jalannya masih kurang memadai," ujarnya, Senin (6/9).
Menurut Wahyu, kondisi sangat disayangkan, karena dulu sempat dicari wisatawan, kini situs Candi Agung ini kondisinya semakin memprihatinkan dan memerlukan perhatian, agar tempat bersejarah ini tak kehilangan sejarahnya.
"Sesungguhnya kalau dipasang pos pos tersendiri untuk sebuah pajangan foto bangunan candi ini bisa membantu para pengunjung untuk bisa melihat bentuk asli Candi Agung," ucapnya.
Baca Juga : PC Fatayat NU Kabupaten Madiun Gelar Gathering Tim Media
Wahyu dan komunitasnya terus berusaha untuk menjaga potensi sejarah ini. Karena Candi Agung merupakan bagian penting dari sejarah Lumajang sampai saat ini.
“Semoga kedepan ada perhatian dari pemerintah, agar Candi Agung ini tetap lestari,” kata Wahyu.