BANGKALANTIMES - Pemprov Jatim bergerak cepat menyikapi temuan paket bantuan beras PPKM dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) yang tidak layak dikonsumsi.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak langsung meninjau penyimpanan beras yang tidak layak konsumsi di Gudang Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan, Selasa (4/8/2021). Mendapati paket beras tidak layak konsumsi, Emil pun melarang pendistribusian paket beras tersebut yang sedang ramai diperbincangkan tersebut.
"Jangan didistribusikan dulu, nanti kita selesaikan dulu, karena kualitas berasnya tidak layak konsumsi," kata Emil panggilan akrab Emil Dardak saat meninjau paket beras.
Emil yang didampingi oleh Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron itu minta paket beras seberat 5 kilogram (kg) itu tidak didistribusikan kepada penerima manfaat. Sebab, beras yang diterima oleh Dinsos Bangkalan pada Sabtu, (31/7) lalu itu, kondisinya kurang baik. Dia juga membandingkan kualitas beras dari Kementerian Sosial itu dengan bantuan CSR sembako lainnya yang diterima Pemkab Bangkalan. "Tadi kita saksikan sendiri bahwa kualitas berasnya tidak baik, Padahal banyak bantuan lain yang kualitasnya jauh lebih baik," jelas Emil.
Emil lantas memaparkan, paket beras tidak layak konsumsi yang dikirim oleh PT. Bina Abadi Perkasa ini, bukan hanya terjadi di Bangkalan saja, melainkan juga terjadi di Kabupaten lain yakni Jember dan Kediri.
Untuk sementara ini, pihaknya akan memastikan dulu posisi PT Bina Abadi Perkasa tersebut sebagai apa. "Apakah hanya sebagai pengirim atau sebagai produsen. Namun yang pasti, beras ini jangan didistribusikan dulu ke penerima dan kami pastikan yang sudah terdata penerima beras ini tetap akan menerima beras yang layak dikonsumsi," lanjutnya.
Baca Juga : Jatim Park Group Tutup sampai 12 Agustus 2021
Sementara, Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron mengatakan, Kabupaten Bangkalan menerima jatah bantuan beras PPKM Darurat Kemensos sebanyak 3.000 paket dengan kemasan 5 Kg yang akan dibagikan kepada 3 ribu penerima manfaat.
Selain itu Ra Latif juga mengaku, bantuan beras tersebut belum didistribusikan kepada masyarakat lantaran pihaknya mengetahui bahwa kualitas beras tidak layak dikonsumsi. "Belum didistribusikan, sama pak wagub suruh simpan dulu sambil menunggu paket beras yang lebih baik,” katanya singkat..