Gus Aam: Politik Bagi Warga NU Ibarat Air dan Teh | Jatim TIMES

Gus Aam: Politik Bagi Warga NU Ibarat Air dan Teh

Jul 21, 2021 19:18
KH. Agus Solachul Aam Wahib Wahab saat diskusi kebangsaan dengan tokoh nasional Rizal Ramli, beberapa waktu lalu
KH. Agus Solachul Aam Wahib Wahab saat diskusi kebangsaan dengan tokoh nasional Rizal Ramli, beberapa waktu lalu

SURABAYATIMES - KH Agus Solachul Aam Wahib Wahab adalah satu cucu pendiri NU KH. Abdul Wahab Chasbullah. Pria yang akrab disapa Gus Aam Wahib Wahab itu mengatakan bahwa politik bagi warga NU ibarat air dan teh. Keduanya mustahil dipisahkan.

“Pengurus NU, orang-orang NU, anak-anak muda NU harus mengerti dan menyadari bahwa NU memiliki tanggung jawab sangat bermakna dan sangat mulia. Tujuan politik warga NU dalam bernegara, yang kini sering hilang dan dilupakan adalah tanggung jawab NU untuk pemenuhan kemaslahatan bangsa, pemenuhan kesejahteraan dan kebutuhan rakyat. Jaminan keamanan dan kedamaian rakyat, secara fisik, batin, individual dan kolektif,” ujar Gus Aam melalui keterangan tertulisnya, Rabu (21/7/2021).

Baca Juga : Gus Idris Buat Konten Keranda Terbang, PCNU Kabupaten Malang Angkat Bicara

Gus Aam mengatakan juga, bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, bertugas untuk menjamin keamanan dan kedamaian rakyat serta membentengi gangguan rakyat dan bangsa dalam wadah NKRI, dari dalam maupun luar.

"Inilah ide negara yang diperjuangkan para pendiri NU melalui ‘Resolusi Jihad 1945’ yakni negara sebagai sarana untuk melengkapi dan mewujudkan kemaslahatan umat manusia,” ujarnya.

Gus Aam mengungkapkan, dikalangan kiai, katanya, dikenal dengan istilah tasharruful Iman ala rraiyyah manu thun bil maslahah (Kebijakan Seorang Penguasa kepada Rakyat-nya ditujukan untuk memenuhi kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat).

 Menurutnya ada 3 tujuan penting dari srategi bernegara yang menjiwai hakekat pemerintah yang dibela dan diperjuangkan oleh orang-orang NU. Pertama, siapapun yang berkuasa harus senantiasa melindungi sumber kehidupan yang paling asasi. Kedua, menjaga negeri yang tercinta ini dari berbagai macam gangguan dari dalam maupun luar. Ketiga, kewajiban memelihara dan melindungi tradisi beragama-kebudayaan bangsa kita.

Baca Juga : Cetak SDM Sekaliber Ibnu Sina, UIN Malang Resmikan Bait Tahfidz Al-Quran dan Moderasi Beragama

“Inilah yang dimaksud dengan NU berpolitik pada level kebangsaan. Politik tingkat tinggi,” pungkasnya. 

Topik
Agus Solachul Aam Wahib Wahab Nahdatul Ulama tugas negara

Berita Lainnya