SURABAYATIMES - Tidak sampai seminggu setelah diluncurkan pada Haul Emas (50 Tahun) Virtual KH Abd Wahab Chasbullah pada 22 Juni 2021, Asosiasi Youtuber Santri Indonesia (AYSI) sudah menyiapkan sembilan program aksi yang dikemas dalam "9 khidmah". Salah satu di antaranya adalah program untuk menyambut Hari Santri pada 22 Oktober 2021.
Sekretaris Presidium Pusat AYSI H Mujtahidur Ridho menyampaikan Presidium Pusat AYSI sedang fokus pada penguatan asosiasi (character building) seperti Konsolidasi Presidium Pusat hingga Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Baca Juga : Deretan Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2021, Indonesia Rangking Berapa?
Selain itu, pihaknya juga akan menuntaskan masalah rekrutmen anggota, penandatanganan Pakta Integritas Anggota dan Penyerahan ID Card Anggota. "Mohon subcribe YOUTUBE AYSI OFFICIAL dan follow IG AYSI CHANNEL ya," kata pria yang juga pengurus Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang itu.
9 Khidmah Youtuber Santri Inovatif yang akan dilaksanakan pada Juli-Desember adalah Siaran Bersama 1.000 Channel Youtube; Pelatihan Konten Kreatif Youtube; dan Pelatihan Live Streaming Youtube dan Relay Standart Broadcast.
Khidmah lainnya, Pelatihan Live Instagram; Pelatihan Virtual Zoom live Youtube Standart Btoadcast; Pelatiham Monetize Youtube; Lomba Short Movie Indonesia Merdeka; Lomba Short Movie Hari Santri; dan Festival Youtuber Santri Indonesia dalam rangka Hari Santri 2021. Semua peserta pelatihan akan mendapatkan sertifikat.
Ridho mengundang para santri untuk bergabung dengan AYSI untuk pengembangan dakwah digital.
"Caranya mudah, silakan isi form Link Pendaftaran AYSI : https://forms.gle/ZzgYmj5Z2XPDmgap6 Kalau sudah diisi, nantinya Tim Presidium AYSI akan melakukan verifikasi guna mendapatkan nomor keanggotaan. Pendaftaran tidak dipungut biaya alias gratis,” katanya.
Saat peluncuran AYSI (22/6/2021), Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj mengapresiasi kelahiran AYSI yang diluncurkan bersamaan dengan Haul Ke-50 Virtual KH Abd Wahab Chasbullah itu.
Baca Juga : Program Nasional Satu Juta Vaksin Tembus Target di Kota Batu
"Sekarang, kita memasuki era 5.0 atau era peradaban digital yang gaya hidupnya itu dengan ketergantungan terhadap teknologi, maka kita juga harus kejar. Alhamdulillah, ada AYSI, saya terharu dan bersyukur, jadi kita nggak ketinggalan," katanya.
Dalam Haul ke-50 KH Abd Wahab Chasbullah yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo (daring) dan Gubernur Jatim Khofifah (luring) itu, KH Said Aqil Sirodj mengingatkan hal penting dalam era peradaban digital adalah menjaga karakter, karena masyarakat menghadapi tantangan "border less" (tanpa batas).
"Karakter itu penting, karena era peradaban digital itu dipenuhi dengan narasi radikalisme, liberalisme, sekulerisme, atheisme yang bisa masuk dengan berbagai platform dan kecanggihan. Itu perang peradaban yang bukan perang fisik, tapi kolonialisme baru yang harus dimenangkan dengan digital talent dan cyber army serta karakter yang kuat," katanya.
Era peradaban digital itu ditandai dengan "perang" non-fisik yakni perang kebudayaan pop (film, musik, game, animasi), perang digital (konten/database), perang biologis (perang vaksin), dan perang energi, makanan, air, dan sebagainya. "Itu sulit dilawan tanpa kesiapan karakter dan kemampuan digital NU untuk meraih kemenangan peradaban," imbuh dia.