BLITARTIMES - Bupati Blitar Rini Syarifah bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau lokasi terparah terdampak gempa bumi. Gempa bumi berpusat di Kabupaten Malang bermagnitudo 6.7 yang terjadi Sabtu (10/4/2021).
Akibat gempa ini bangunan dan permukiman di 22 kecamatan di Kabupaten Blitar terdampak mengalami kerusakan. Wilayah paling parah yang terdampak adalah Kecamatan Wates di wilayah Blitar Selatan. Kecamatan Wates berada di pesisir selatan Blitar adalah kecamatan di Kabupaten Blitar yang paling dekat dengan pusat gempa bumi di 90 KM barat daya Kabupaten Malang dengan kedalaman 25 KM.
Baca Juga : MDMC Lumajang Dirikan Dapur Umum dan Beri Vitamin kepada Warga Terdampak Gempa
“Kami bersama Forkopimda dan dinas terkait turun langsung ke lapangan. Kami ingin memastikan kepada masyarakat agar tetap tenang. Kami akan melakukan pendataan untuk melakukan langkah selanjutnya," kata Bupati Blitar, Rini Syarifah, Minggu (11/4/2021).
Rini menambahkan, dirinya selaku kepala daerah juga langsung memerintahkan BPBD Kabupaten Blitar untuk membentuk posko darurat dan pusat komando. Sehingga koordinasi terkait informasi bencana maupun korban bencana bisa dilakukan dengan cepat. Begitu pula dengan penanganan bencana juga bisa dilakukan dengan cepat.
“Kami juga terus siagakan unit pelayanan kesehatan seperti Puskesmas. Untuk rumah sakit juga kami minta untuk tetap menerima rujukan,” tukas orang nomor satu di Kabupaten Blitar.
Ditemui di kesempatan yang sama, Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Achmad Cholik mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan sekaligus melakukan kajian tingkat kerusakan bangunan. Pemkab Blitar sendiri rencananya akan memanfaatkan dana darurat Rp 8 miliar, untuk membantu perbaikan rumah warga yang terdampak gempa di Jatim ini.
Data sementara yang dihimpun BPBD, Kabupaten Blitar dilaporkan ada 344 bangunan yang rusak akibat gempa bumi. 9 bangunan yang masuk kategori rusak berat, 86 rusak sedang dan 249 rusak ringan.
“Kami masih melakukan kajian. Untuk menentukan rumah-rumah mana saja yang akan diberikan bantuan,” pungkas Cholik.