Membuka Musda, Bupati Banyuwangi Ajak LDII Ikut dalam Pemulihan Ekonomi | Jatim TIMES

Membuka Musda, Bupati Banyuwangi Ajak LDII Ikut dalam Pemulihan Ekonomi

Mar 29, 2021 16:54
Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani Azwar Anas membuka MUSDA VII LDII Banyuwangi di gedung UNIBA
Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani Azwar Anas membuka MUSDA VII LDII Banyuwangi di gedung UNIBA

BANYUWANGITIMES - Tercatat hingga 28 Maret 2021, kasus konfirmasi Covid-19 di Banyuwangi sejumlah 5.717 kasus dengan jumlah meninggal 547 orang (Fatality Rate 9,56%) dan pasien sembuh 5.046 orang (Recovery Rate 88,26%).

Artinya kondisi ini menunjukkan risiko penyebaran Covid-19 masih tinggi. Penanganan pandemi Covid-19 ini belum berakhir, belum selesai. Aktivitas ekonomi harus kita kuatkan, dengan tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat. Kami harap LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) membantu pemerintah menjaga kewaspadaan dan berbagai upaya menekan risiko penyebaran Covid-19.

Baca Juga : Menparekraf Sandiaga Uno Bakal Kembangkan Potensi Wisata dan Perekonomian Kabupaten Malang

Hal itu ditegaskan Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani Azwar Anas saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) VII LDII Kabupaten Banyuwangi yang bertempat di Gedung Aula Universitas PGRI Banyuwangi, Senin (29/3/2021).

Menurut Ipuk, Musada LDII yang bertemakan Penguatan Sumberdaya Manusia Profesional Religius Menuju Banyuwangi Sehat, Cerdas, dan Bermartabat ini punya 3 peran penting dalam membantu pemerintah Kabupaten Banyuwangi, yaitu peran LDII pada pemulihan ekonomi, peran LDII dalam program pembangunan, peran LDII sebagai benteng moral dan peran LDII sebagai persatuan umat.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berupaya sekuat tenaga mendorong pemulihan ekonomi Banyuwangi. Selama beberapa tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Banyuwangi dalam kisaran 5 hingga 6%. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan ekonomi Banyuwangi menurun minus 3,58% pada 2020.

"Sebagai komparasi, kontraksi pertumbuhan juga terjadi pada daerah yang basisnya pariwisata; Provinsi Bali minus 9,31 persen, Denpasar minus 9,42 %, dan paling parah, Badung yang terkontraksi hingga 16,52 %" jelasnya 

Di hadapan peserta Musda yang diikuti 25 Ketua PC LDII se Kabupaten Banyuwangi, Pegurus Harian dan Pengurus DPW yang juga dihadiri langsung Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Timur Ir. H. Moch. Amroji Konawi, SE, M.T, BupatiIpuk berharap LDII bisa membantu pemerintah memerankan sebagai benteng moral.

Saat ini, kata Ipuk, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berupaya mendorong pemulihan ekonomi, pemulihan pariwisata sebagai program unggulan.

Baca Juga : Sebanyak 169 Calon Jamaah Haji Kota Batu Divaksinasi

"Kami ingin menegaskan ada beberapa hal sebagai kesinambungan kebijakan selama ini, antara lain tidak mengizinkan mendirikan usaha karaoke dan hotel melati baru yang berpotensi dalam penyebaran virus, prostitusi, narkotika dan barang terlarang lainnya. Menutup tempat portitusi dengan alasan tidak sesuai peruntukan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah pengendalian usaha tempat hiburan dan mengendalikan rumah kos, dan sebagainya," terang istri Abdullah Azwar Anas.

Kami berharap support LDII pada kebijakan tersebut, untuk mengurangi penyebaran berbagai penyakit sosial dan kerusakan akhlak yang dikhawatirkan terjadi.

Selanjutnya, Peran LDII sebagai persatuan umat. Ia juga berharap LDII mendorong pentingnya moderasi beragama di kalangan Umat Islam, sinergi dengan program kerja pemerintah, serta meningkatkan peran serta sosial masyarakat dan kerukunan inter dan antar-umat beragama.

Moderasi berarti menerapkan prinsip wasathiyah (jalan tengah), menjaga keseimbangan, untuk mewujudkan kemaslahatan kehidupan beragama dan berbangsa yang rukun, harmonis, damai, toleran, serta taat regulasi yang ditetapkan pemerintah. Persatuan umat harus dikuatkan, sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam surah Ali-Imran ayat 103; "Dan berpegang teguhlah kepada tali Allah serta jangan bercerai berai (Terj. QS. Ali Imran [3]:103)," pungkasnya.

Topik
LDII Banyuwangi musda LDII bayuwangi

Berita Lainnya