MALANGTIMES - Kapolsek Dau Kompol Syabain menegaskan kejadian viral di media sosial tentang acara musik yang mengumpulkan banyak orang di Bumi Perkemahan Bedengan Dusun Selokerto, Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang tidak benar.
Di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, muncul kabar miring tentang acara musik yang digelar dengan ditonton banyak kalangan anak muda.
Baca Juga : Pengawasan PPKM Mikro di Kota Kediri Libatkan RT, RW Hingga Karang Taruna
Dari info yang diterima media ini, acara tersebut terjadi di Bedengan, Dusun Selokerto, Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
“Itu tidak benar, saya sudah konfirmasi pengelola Bedengan bahwa tidak ada kegiatan seperti itu,” tegas Syabain saat dihubungi media ini, Selasa (16/2/2021).
Dalam video yang diunggah akun Instagram bernama @ngalamlop itu terlihat sekumpulan pemuda asyik menikmati lantunan lagu yang dibawakan oleh beberapa band. Dan video itu dibuat dan diunggah di akun TikTok @ngalamlop.
Dilihat dari video tersebut, dari sekian banyak anak muda yang melihat acara musik tersebut memang tidak terlihat ada yang menggunakan masker sebagai salah satu protokol kesehatan (prokes) yang saat ini digaungkan untuk mencegah penularan covid-19.
Oleh karena itu, Syabain mengaku bahwa pihaknya telah mengkonfirmasi hal tersebut kepada pengelola wisata Bedengan.
“Kalau dilihat dari videonya, tidak ada sama sekali yang menggunakan masker. Jika acaranya saat ini jelas pasti ada masker, dan itu memang tidak ada kegiatan untuk tahun ini,” ungkap Syabain.
Selain itu pada Minggu (14/2/2021) kemarin, tim operasi yustisi dari gugus tugas Kecamatan Dau yang terdiri dari TNI, Polri, ASN kecamatan dan perangkat desa.
Baca Juga : Tipu Daya Polisi Gadungan Dihentikan Polsek Poncokusumo
Dalam hal ini, Syabain menjelaskan bahwa acara musik yang terjadi itu jelas tidak ada karena Minggu (14/2/2021) sore hari hujan, berbeda dengan video yang telah viral.
“Hari Minggu gugus tugas kecamatan melaksanakan giat operasi yustisi sesi sore di Selorejo dan cuaca saat itu hujan deras,” terang dia.
Dari situ, Syabain tegas menyebut bahwa video tersebut hoaks dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dalam hal ini, akan ada upaya Polsek Dau untuk mencari penyebar video hoaks yang menimbulkan keresahan itu.
“Masuk kategori hoaks, dan tentu ada upaya mencari penyebar video tersebut,” tandasnya.