free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Kesehatan

Puskesmas Jajag Bekali Santri Pondok Arroyan Ilmu tentang HIV/AIDS

Penulis : Suwandi - Editor : Yunan Helmy

16 - Feb - 2021, 20:56

Loading Placeholder
Santri Pondok Arroyan Jajag, Banyuwangi, menyimak dan menerima penyuluhan ilmu kesehatan tentang HIV/AIDS dari Puskesmas Jajag. (Foto: Suwandi/JatimTIMES)

BANYUWANGITIMES - Perilaku menyimpang sebagian remaja yang mengabaikan nilai-nilai kaidah dan norma yang berlaku di masyarakat menjadi salah satu penyebab maraknya penggunaan narkoba di kalangan generasi muda. Misal, penyalahgunaan narkoba dengan cara disuntikkan bisa berakibat seseorang menderita HIV/AIDS. Tentu saja, kondisi ini merupakan kondisi yang sangat berbahaya.

Hal ini ditegaskan Supiyanti SSt selaku bidan Puskesmas Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, saat melakukan penyuluhan dan menyampaikan materi oengetahuan tentang HIV/AIDS di Pondok Arroyan Jajag, Selasa (16/2/2021).

Baca Juga : Wakil Dekan Bidang Akademik FKIK UIN Malang Jadi Guru Besar Termuda

"HIV-AIDS merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus human immunodeficiency. Virus yang saat ini belum dapat disembuhkan. Penyakit ini dapat ditularkan misalnya melalui kontak seksual, jarum suntik, dan darah. HIV-AIDS masih dianggap tabu oleh masyarakat. Diiperlukan cara tersendiri untuk memberikan pengetahuan dan menghilangkan stigma yang buruk" terang Yanti, sapaan Supiyanti.

Penyuluhan tentang HIV-AIDS ini kemudian menjadi salah satu program Puskesmas Jajag yang berkerja sama dengan Forum Gambiran Sehat ( FGS).  Hal ini karena pengetahuan remaja tentang HIV-AIDS di Kecamatan Gambiran khususnya, hingga saat ini rata-rata masih tergolong rendah.

Lebih lanjut, Yanti memaparkan bahwa tidak hanya memberikan penyuluhan  tentang HIV-AIDS, tapi tim puskesmas juga memberikan pelayanan pemeriksaan gula darah dan pemeriksaan IVA dari posbindu (pos pembinaan terpadu) di Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) Arroyan untuk ibu-ibu lingkungan pondok secara gratis. Dan sekaligus memperkenalkan kepala Puskesmas Jajag yang baru, yakni Mohammad Saleh SKep.ners

Meski dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, sebanyak 30 santri yang terdiri dari 15 santri putra dan 15 santri putri ini, tampak sangat antusias menerima penyuluhan dan memahami materi yang telah disampaikan. Terbukti para santri mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemateri.

“Peserta penyuluhan ini memang kami batasi mengingat saat ini masih masa pandemi covid. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri agar berperilaku sehat dengan menjauhi narkoba dan agar terhindar dari HIV/AIDS.,” ucapnya.

Senada, Ketua Forum Gambiran Sehat (FGS) Kecamatan Gambiran Hari Supriyanto. Dia mengatakan. Menurut dia, maksud dan tujuan diadakannya penyuluhan ini sebagai pencerahan kepada santriwan dan santriwati untuk menjauhi bahaya yang ditimbulkan sejak dini menuju ponpes yang tangguh dan Indonesia Hebat.

Baca Juga : Luncurkan Program Akselerasi Guru Besar, Rektor UIN Malang Prof Haris Kukuhkan 19 Profesor Baru

"Semoga adanya kegiatan semacam ini memberikan manfaat tambahan ilmu kepada anak didik pondok dan menyadari sedari dini bahaya penyakit HIV-AIDS. Ilmu ini bisa disampaikan ke masyaraka  jika kelak sudah tamat dari pondok," ujar  Hari.

Salah satu peserta, Febian Hima Satara (19), santri asal Desa Yosomulyo, mengaku merasa senang mendapat ilmu pengetahuan kesehatan tentang HIV-AIDS.  "Alhamdulillah Pak, kami mondok di sini selain mendapat ilmu agama, juga sering mendapat ilmu pengetahuan kesehatan dari penyuluhan tim puskesmas," pungkasnya.

 

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Suwandi

Editor

Yunan Helmy

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan

--- Iklan Sponsor ---