TRENGGALEKTIMES - Munculnya isu kudeta terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di tubuh DPP Partai Demokrat memicu keresahan hingga ke tingkat Dewan Pimpinan Cabang Demokrat Kabupaten Trenggalek.
Untuk memantapkan kegundahan kader hingga ranting yang berada di sektor bawah, DPC Demokrat Trenggalek menyatakan sikap dan berikrar setia serta tegak lurus kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.
Baca Juga : Cuaca Buruk, DPRD Kabupaten Blitar Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
"Kami dan seluruh jajaran pengurus tetap setia mendukung Mas AHY sebagai ketua umum yang sah karena terpilih dalam kongres 2020," tegas Ketua DPC Demokrat Trenggalek Mugianto dalam pers release di Kantor DPC Demokrat Trenggalek, Rabu (3/2/2021).
Mugianto juga menerangkan bahwa untuk menangkal sesuatu hal yang tidak diinginkan pada tingkatan struktural bawah, pihaknya langsung melakukan konsolidasi untuk tetap tegak lurus di bawah kepemimpinan AHY.
"Kami gerak cepat mengimbau struktur partai, baik cabang hingga ranting, untuk tetap tegak lurus sesuai panutan DPC Demokrat Trenggalek. Kami juga mengutuk keras kelompok atau oknum yang mau melengserkan Mas AHY," tandasnya.
Menurut Mugianto, ada indikasi kudeta terhadap AHY yang dilakukan sekelompok oknum mantan kader Demokrat. Bahkan sekelompok oknum tersebut dicurigai telah melakukan pertemuan dengan beberapa kader partai hingga diiming-imingi bantuan uang.
"Jadi, intinya ada gerakan politik yang mengarah pada upaya mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa yang tentu bisa mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat," ungkap pria yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Trenggalek ini.
Baca Juga : Banjir hingga Peningkatan SDM Perekoniman Dibahas di Musrenbang Kecamatan Klojen
Upaya kudeta ini disebut-sebut ada hubungannya dengan pencalonan presiden tahun 2024. Namun DPC Trenggalek enggan berspekulasi banyak tentang hal tersebut. Yang penting, jajaran DPC tetap bersandar pada tubuh Partai Demokrat saat ini.
"Kami yakin perkara ini tidak akan berimbas pada situasi komunikasi politik di daerah. Sebab, komunikasi politik di daerah masih kondusif dan tetap beraktivitas melakukan kerja-kerja politik yang berpihak kepada masyarakat," pungkas Mugianto.