BATUTIMES - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu bersama warga menanam tanaman vetiver di area tebing rawan longsor di Jalan Pura Luhur Giri Arjuna, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Sabtu (30/1/2021).
Penanaman itu juga melibatkan TNI, Polri, Linmas, beserta relawan. Penanaman di area tebing ini dilakukan dengan alat bantu tali pengamanan untuk pendakian.
Baca Juga : Dirikan Bangunan di Kota Malang Kini Wajib Sediakan Sumur Resapan
Tanaman vetiver itu dipilih karena bisa mencegah tanah longsor. Selain itu tanaman tersebut mampu menahan aliran hujan deras dan menjaga kestabilan tanah serta mampu menembus ke dalam tanah hingga 2-4 meter dan mengikat partikel tanah.
Mengingat beberapa saat lalu akibat hujan yang berlangsung cukup lama membuat tanah jenuh dan tidak bisa menahan air sehingga longsor. Mengakibatkan longsor sepanjang 15 meter, lebar 4 meter dan tinggi 12 meter ini longsor.
Akibat dari tanah longsor itu menutup seluruh badan jalan menuju kawasan pertanian apel dan Pura Luhur Giri Arjuna. Bahkan untuk mengangkut material longsor harus mendatangkan alat berat.
Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim mengatakan, penanaman tanaman vetiver merupakan upaya untuk mencegah adanya tanah longsor di kawasan tersebut. “Kawasan ini memang sangat rawan longsor, semoga tidak ada longsor susulan dengan ditanamnya vetiver,” katanya.
Baca Juga : Jaga Kelestarian Lingkungan, PDIP Kabupaten Blitar Tanam 1.000 Bibit Pohon
Mengingat tanah longsor terus terjadi di Kota Batu. Hingga saat ini sudah 36 kali terjadi di seluruh kecamatan. Karena kondisi cuaca ini, sebelumnya Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko meminta agar dilakukan penanaman vetiver khususnya di kawasan rawan longsor.
Ya kawasan rawan longsor itu berada di Kecamatan Bumiaji. Bahkan Dewanti juga meminta warga khususnya di salah satu dusun Desa Gunungsari untuk direlokasi karena kondisi tanah yang membahayakan.