MALANGTIMES - Kepala Desa Blayu, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang Harianto berencana mencarikan bantuan untuk membenahi rumah warga di Dusun Pijetan yang rusak parah karena tertimbun tanah longsor, Kamis (28/1/2021).
Langkah tersebut ditempuh Pemerintah Desa (pemdes) Blayu usai meninjau langsung korban bencana rumah yang terkena tanah longsor. “Yang jelas begitu, jadi kami secepatnya mencarikan bantuan agar rumahnya bisa kembali layak huni, tapi bantuannya semampunya kami,” kata Harianto,
Baca Juga : Ruas Tol Surabaya-Gempol Longsor, DPRD Surabaya: Dampaknya ke Mobilitas Ekonomi
Dari pantauan media ini di lapangan, kepala desa yang cukup akrab dengan warga Dusun Pijetan ini melihat setiap sisi rumah yang terkena bencana tanah longsor itu dengan didampingi Babinkamtibmas.
Kemudian dengan bantuan warga, Harianto melakukan kerja bakti dengan harapan menemukan beberapa barang berharga milik korban reruntuhan. “Dari laporan, ada beberapa dokumen milik korban yang masih tertimbun. Juga ada dua sepeda motor, tapi berhasil dikeluarkan (dari reruntuhan, red),” ungkapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Logistik BPBD Kabupaten Malang Nanang Setiawan menjelaskan bahwa pihaknya telah memasang terpal di lokasi longsor agar tidak terjadi yang kedua kalinya.
Hal itu karena jarak rumah di bagian atas dengan bibir tanah yang longsor hanya tinggal 1 meter. “Kalau di atas ada 5-6 rumah, ada satu ini yang paling dekat. Jadi terpal itu supaya air tidak banyak masuk ke tanah, khawatirnya longsor lagi,” ungkap Nanang.
Baca Juga : Ruas Tol Surabaya-Gempol Longsor Kapasitas Transaksi Dikurangi
Selanjutnya Nanang bersama timnya melakukan imbauan kepada warga yang rumahnya berada di plengsengan agar bisa cepat mengungsi jika hujan lebat. “Kami memberikan imbauan saja, nanti kami koordinasikan dengan perangkat desa untuk penangan lebih lanjutnya bagaimana,” tutup Nanang.