MALANGTIMES- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat tanah longsor masih mendominasi pada Januari 2021. Hingga tanggal 20 Januari 2021, di Kabupaten Malang sudah terjadi bencana tanah longsor sebanyak 23 kali.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menyebut, beberapa wilayah memang rawan longsor. Sadono menyebut, daerah yang perlu diwaspadai terkait bencana tanah longsor mulai dari Ngantang, Kasembon, Pujon, Dau, Karangploso, Tumpang-Jabung, Poncokusumo, Pakis, Wajak, Tajinan, Tirtoyudo, Ampelgading, Dampit, Turen, Gedangan, Sumbermanjing Wetan, Bantur dan Pagelaran.
Baca Juga : PMI Gencar Semprot Desinfektan setelah Pegawai Pemkab Malang Meninggal akibat Covid-19
"Ada beberapa wilayah yang dalam beberapa minggu ini selalu ada kejadian. Baik longsoran ataupun yang langsung terdampak pada pemukiman penduduk. Secara topografi, itu memang perbukitan atau kelerengan," terang Sadono.
Hal tersebut juga dibuktikan dengan status siaga darurat bencana di Kabupaten Malang hingga bulan April mendatang. Sehingga dalam hal ini BPBD Kabupaten Malang akan melakukan beberapa langkah. Salah satunya dimulai dengan pemantauan wilayah.
"Statusnya sekarang sudah siaga darurat bencana sampai dengan bulan April. Langkah kami saat ini yang dilaksanakan yakni pemantauan wilayah. Di mana yang punya potensi ancaman bencana banjir dan tanah longsor," ujarnya.
Selain bencana tanah longsor, bencana banjir juga terjadi sebanyak tujuh kali. Pohon tumbang tiga kali, dan angin kencang satu kali selama dua minggu pertama di bulan Januari. Oleh karena itu, BPBD Kabupaten Malang juga menyiapkan pos lapang yang digunakan untuk menyiapkan jalur penanganan.
"Kami juga sudah membuat pos lapang di beberapa titik. Tujuannya untuk mempercepat jalur penanganan darurat di lokasi yang terdampak, juga untuk mempercepat jalur koordinasi antara daerah terdampak dengan BPBD," ujar Sadono.
Baca Juga : Pilkada Trenggalek Selesai, KPU Tetapkan Ipin-Syah sebagai Paslon Terpilih
Pos lapang sendiri ada di empat titik, yaitu di Ngantang untuk mengcover wilayah Pujon, Ngantang dan Kasembon. Lalu di Tirtoyudo untuk mengcover Kecamatan Turen, Dampit, Tirtoyudo dan Ampelgading. Kemudian yang ada di Gedangan mengcover Kecamatan Gedangan Bantur dan Sumbermanjing Wetan. Sementara yang di Tumpang itu mengcover Kecamatan Tumpang, Jabung, Poncokusumo, Tajinan dan Wajak.
"Itu daerah yang rawan bencana hidrologi, terutama banjir dan tanah longsor. Tapi kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, baik di tingkat desa ataupun sekolah melalui kegiatan pemantauan," pungkasnya.