Ahmad Sahrul Alim, warga Dusun Pondokwaluh, Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Jember, mengancam menempuh jalur hukum dengan melaporkan perusahaan madu Demons Premium Honey. Perusahaan madu itu beralamat di Jalan Anggrek III Buntu No 18 RT 18 RW 2 Kuningan, Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.
Ancaman menempuh jalur hukum disampaikan Sahrul setelah video liputan salah satu televisi swasta nasional tentang usaha madu liarnya dijadikan materi iklan oleh perusahaan tersebut. Sehingga Sahrul merasa dirugikan dengan iklan visual yang dibuat oleh Demons Premium Honey asal Jakarta.
Baca Juga : Diguyur Hujan, Tanggul Ambrol Ancam Warga Kencong dan Gumukmas
“Saya baru melihat di iklan. Video visual yang digunakan oleh perusahaan madu asal Jakarta tersebut merupakan usaha madu liar saya. Itu video liputan Kompas TV. Cuma untuk kepentingan iklan. Bagian terakhir dipotong, diganti narasi orang lain. Kalau nanti ada yang komplain, saya juga kena dan tentu yang paling dirugikan,” ungkap Sahrul kepada wartawan.
Sahrul menambahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan konsultasi dan koordinasi dengan kuasa hukumnya serta dengan Lembaga Permaduan Indonesia untuk melaporkan kasus ini ke Mabes Polri.
“Saat ini kami masih mengumpulkan bukti-bukti dan koordinasi dengan tim kuasa hukum dan Lembaga Permaduan Indonesia untuk melaporkan kasus ini ke Mabes Polri,” ujar Sahrul yang juga anggota Inspirator Lebah Madu Indonesia (ILMI) dan anggota Lembaga Madu Indonesia.
Menurut Sahrul, cuplikan video yang digunakan perusahaan madu Demons Premium Honey merupakan syuting liputan televisi Video pengambilan madu liar miliknya digunakan perusahaan tersebut, kemudian dipotong dengan ditambahi narasi dari pasien yang sakit terkena stroke.
“Video dari Kompas TV tersebut sengaja diputus durasinya dan diambil wawancara warga yang sembuh dari sakit stroke berat setelah rutin minum madu liar miliknya yang didapatkan dari tengah hutan kawasan Jember. Saya awalnya tidak tahu jika hasil liputan di rumah saya dibuat promo pengusaha madu lain asal Jakart,” tambah Sahrul.
Baca Juga : Sederet Berita Hoax Terkait Kecelakaan Sriwijaya Air, Foto Bayi Selamat hingga Suara Aneh!
Sementara ini, ketika berita ini ditulis., beberapa pelanggan yang berada di luar daerah seperti Surabaya dan Jakarta menanyakan via HP soal postingan yang dicatut pemilik madu lain. Mereka juga sempat mau memesan madu tersebut karena dikira itu usaha madu liar asli Jember yang Sahrul rintis di Kecamatan Kencong, Jember.(*)