JOMBANGTIMES - Ratusan rumah di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Jombang terendam banjir. Banjir yang disebabkan luapan air Sungai Avur Watudakon ini berlangsung sejak empat hari lalu.
Banjir yang terjadi di perbatasan Jombang-Mojokerto tersebut dimulai sejak Jumat (01/01) malam. Saat itu, banjir hanya menggenangi sisi jalan raya saja. Banjir mulai memasuki rumah penduduk pada Sabtu-Minggu malam.
Baca Juga : 10 Titik Sarang Tawon Dievakuasi di 2020, Dinas Penanggulangan Kebakaran Kota Batu Kembali Beraksi
Salah satu warga setempat, Sumirah (64) mengatakan, banjir mulai masuk rumahnya sejak Minggu (03/01) malam. Ketinggian air di rumah Sumirah ini mencapai lutut orang dewasa.
"Banjir itu Jumat dari sini (jalan depan rumah, red). Kemarin (Minggu,red) sudah masuk rumah. Ini sudah empat hari ini," terangnya, Senin (04/01).
Meski rumahnya tergenang banjir sejak empat hari ini, Sumirah memilih tidak mengungsi. Ia memilih bertahan di rumah karena sudah terbiasa dengan banjir yang datang setiap tahun.
Hanya, Sumirah berharap ada bantuan dari pemerintah berupa makanan. "Belum ada bantuan dari pemerintah. Bantuan air bersih saja. Kalau makan, masak sendiri," ucapnya.
Kepala Dusun Beluk Sustiyo Budiyanto menerangkan, filter penampung sampah yang berada di Sungai Avur Watudakon tidak berfungsi. Sehingga, sampah yang melintasi sungai tersebut tertahan dalam filter sungai. Akibatnya, sir yang seharusnya berjalan lancar harus tersumbat dan meluap ke pemukiman penduduk.
"Ada sedikit kendala sehingga filter sampah tidak benar-benar berfungsi. Sampah tersaring di situ, aliran sungai tertutup, tersumbat kayak dibendung gitu. Air tidak bisa dibuang, daya buang air kurang. Meski tidak hujan, tapi kalau tertutup gini ya akhirnya banjir kayak gini," terangnya kepada wartawan di lokasi.
Baca Juga : Organisasinya Dibubarkan Negara, Video FPI Perlakuan Warga Tionghoa ini Viral
Dikatakan Sustiyo, banjir melanda dusunnya sejak empat hari lalu. Ketinggian banjir bervariasi, mulai dari ketinggian 30 sentimeter di ruas jalan hingga 1 meter.
"Kalau paling tinggi ada yang satu meter di rumah yang ada di belakang. Kalau di depan jalan sekitar 30 sentimeter. Ini belum ada tanda-tanda surut," ujarnya.
Banjir menggenangi 200 rumah penduduk di 4 RT. Sedikitnya, ada 250 jiwa terdampak di dusun tersebut. "Tidak ada yang mengungsi," kata Sustiyo.