Aksi klithih yang terjadi di pertengahan sawah, jurusan antara perempatan Gragalan ke Ringinpitu menyisakan trauma mendalam bagi korbannya. Media ini berhasil mendapatkan konfirmasi dari Sela (29) warga Kalidawir yang tinggal di rumah kontrak di desa Sumberdadi Kecamatan Sumbergempol, Senin (28/12/2020).
"Saat saya berangkat kerja, seperti biasa melewati jalan itu," kata Sela, wanita yang bekerja sebagai pemandu lagu di warung kopi itu.
Baca Juga : Kegeraman Warganet soal Parodi Lagu Indonesia Raya oleh YouTuber Malaysia: Keterlaluan!
Namun, pada Minggu (27/12/2020) malam tiba-tiba ada tiga remaja di tengah sawah dengan menggunakan sepeda motor Satria Fu dan Yamaha Vega menaruh kendaraan di tengah jalan. "Mereka sudah bau minuman keras, lalu memberhentikan dan mereka minta uang," ujarnya.
Sela mengaku menolak memberi uang, namun justru salah satu dari tiga remaja itu mencekik lehernya. "Saya tak mau kasih uang, tapi malah dicekik dan saya bilang bahwa saya kenal bapaknya," ungkapnya.
Nyali mereka bertiga kendor, akhirnya mereka minta diberi uang untuk tambah beli minuman jenis ciu. "Saya kasi uang Rp 100 ribu, dan saya nasihati agar tidak melakukan hal yang sama," paparnya.
Setelah kejadian itu, Sela memberitahukan kepada warga dan akhirnya oleh beberapa orang termasuk aparat dicari pelakunya. Namun, rupanya tiga remaja pemalak itu telah kabur meninggalkan lokasi.
Seperti yang disampaikan Kepala desa Tunggulsari, Didik Girnoto Yekti pasca mendapatkan informasi adanya pemalakan itu langsung menindaklanjutinya. Dirinya telah koordinasi dengan kepala desa Sumberdadi Kecamatan Sumbergempol juga dengan kelurahan Kepatihan.
"Sudah langsung saya laporkan ke Polsek (Sumbergempol), koordinasi dengan kepala desa Sumberdadi dan lokasinya itu masuk kelurahan Kepatihan," kata Didik melalui WhatsApp.
Baca Juga : Viral Parodi Pelecehan Lagu Indonesia Raya di Malaysia
Dalam percakapan yang dikirimkan, pelaku diidentifikasi terduga pelaku berjumlah tiga remaja usia pelajar. Kemudian menggunakan sepeda motor Satria Fu dan Yamaha Vega. Sedangkan korban sengaja dicegat di tengah sawah dan dimintai paksa uang sebesar Rp 100 ribu.
Kepala desa beserta pihak lain telah menyisir ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), namun tidak menemukan tiga klithih yang meresahkan pengguna jalan itu.
Warga Diimbau agar hati-hati melintasi jalan yang membelah sawah luas itu, selain gelap lampu yang ada di sekitar lokasi panti hanya tinggal satu yang menyala dan selebihnya padam.