Pandemi Covid-19 yang melanda saat ini memberikan peran banyak pada corak pendidikan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Tulungagung. Disiplin prokes yang salah satunya adalah menjaga jarak, mengharuskan untuk meniadakan pembelajaran tatap muka (offline) dan diganti dengan metode pembelajaran elektronik (online) atau biasa disebut e-learning.
Kepala SMKN 2 Boyolangu M. Zamroji mengatakan, dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, metode e-learning dianggap sebuah solusi yang bagus. Karena metode itu sifatnya fleksibel bisa dilakukan di sekolah maupun di rumah.
Baca Juga : Lewat Upaya-Upaya Ini, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Bertekad Jadi Kampus Unggulan
"Bapak/Ibu guru bisa mengajar di mana saja, tanpa terbatas ruang dan waktu. Antara siswa dan guru bisa mengatur waktunya sendiri kapan yang tepat untuk belajar," kata Zamroji melalui pesan Whatsapp, Senin (28/12/2020).
Bagi guru-guru yang masih muda, lanjutnya, e-learning bisa digunakan untuk mengasah kreatifitas, sehingga mampu menyajikan konten-konten pembelajaran yang menarik yang bisa digemari para siswa. Dalam e-learning yang sering digunakan adalah aplikasi google classroom, zoom meeting, dan lain-lain.
Dijelaskan oleh Zamroji, penerapan metode e-learning juga terkendala pada guru-guru yang sudah tua. Karena mayoritas guru yang sudah tua tidak menguasai teknologi dan pembelajarannya masih konvensional atau monoton.
"Guru yang sudah tua cara mengajarnya pakai Whatsapp dengan mengirimkan tugas-tugas yang akan dikerjakan, dan mayoritas siswa kurang tertarik karena dianggap membosankan," pungkasnya.
Sementara itu, salah satu guru honorer di Tulungagung, Humaidah menganggap metode e-learning sangat efektif. Karena tidak membutuhkan keharusan on time seperti metode pembelajaran offline.
"Pokoknya sangat efektif lah," tegasnya.
Baca Juga : Mahasiswa Mesin Uniba Gelar Servis Motor Gratis
Yang menjadi kekurangan e-learning, menurutnya adalah kebebasan akses. Dikhawatirkan siswa mengkases situs-situs di luar pembelajaran. Bagi siswa yang domisili di daerah yang sulit sinyal juga menjadi kelemahan dari e-learning.
Selain itu, interaksi antara guru dan murid juga akan menjadi berkurang, itu akan mempengaruhi psikologi siswa, serta akan mengurangi minat siswa untuk baca buku karena keseringan menatap layar monitor.
Dikutip dari laman viva, proses pembelajaran elektronik atau yang biasa disebut e-learning adalah suatu perkembangan dalam pelayanan pembelajaran yang dilakukan dengan sistem elektronik, yang merupakan suatu sajian pembelajaran yang dapat diakses oleh siapapun dan kapanpun tanpa adanya batasan waktu.
Menurut Michael (2013), e-learning adalah pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan suatu sistem elektronik atau juga komputer sehingga mampu untuk mendukung suatu proses pembelajaran.