Terus meningkatnya kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Kediri membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri merencanakan penambahan ruang isolasi. Caranya dengan melakukan sewa di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Pare Kediri.
Seiring dengan penambahan ruang isolasi tersebut, Pemkab Kediri juga membutuhkan tenaga medis tambahan untuk meng-cover di RSIA tersebut nantinya.
Baca Juga : Ruang Isolasi Overload, Pemkab Kediri Sewa Rumah Sakit Swasta
Slamet Turmudi, sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri, mengaku saat ini Kabupaten Kediri tengah kekurangan tenaga medis. Apalagi dengan adanya ruang rencananya ruang isolasi di RSIA membuat tenaga medis harus ditambah.
Slamet Turmudi mengaku, selain nantinya mendapat bantuan tenaga medis dari Dinas Kesehatan ProvinsiJatim, pihaknya akan mencari tambahan tenaga medis melalui kerja sama dengan Stikes Pamenang Pare Kediri.
"Ya, rencananya kami akan bekerja sama dengan Stikes Pamenang. Sedangkan terkait mekanisme nanti dari RSKK yang bertanggung jawab kerena ini merupakan bagian perluasan kinerja dari RSKK," ungkapnya, Minggu (27/12/20).
Disinggung mengenai jumlah tenaga medis yang dibutuhkan, Slamet Turmudi mengaku membutuhkan tambahan kurang lebih 50 orang. "Kurang lebih 50 tenaga medis yang akan kami butuhkan. Karena kita ketahui, di RSIA itu kami telah kalkulasi dapat menampung hampir kurang lebih 100 pasien," terangnya.
Baca Juga : Tepis Keraguan, Gubernur Khofifah Siap Jadi Orang Pertama di Jatim yang Divaksin Covid-19
Diketahui, angka kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Kediri per hari ini (Minggu 27 Desember 2020) mencapai 2.233 orang. Dari jumlah itu, tingkat kesembuhan terdapat 1.726 orang, kasus meninggal terdapat 169 orang, dan saat ini untuk pasien aktif terdapat 358 orang.