free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Kesehatan

Bioskop di Kota Malang Kembali Ditutup

Penulis : Arifina Cahyati Firdausi - Editor : Dede Nana

22 - Dec - 2020, 19:59

Loading Placeholder
Bioskop era New Normal di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

Bagi penikmat film, nampaknya harus kembali legawa. Pasalnya, bioskop di Kota Malang kembali ditutup. Hal itu menyusul lonjakan kasus Covid-19 di beberapa minggu terakhir yang menjadikan Kota Malang kembali berstatus zona merah atau dengan risiko tinggi.

"Iya bioskop kita tutup. Jam operasionalnya bioskop kemarin kita buka karena masih zona oranye. Saat ini kita di zona merah, sementara dihentikan kembali," ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

Baca Juga : Abai Prokes, Pemkab Banyuwangi Siapkan Sanksi Tegas

Langkah ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Namun, Sutiaji mengungkapkan, jika status kewilayahan nanti telah menurun ke tingkat risiko sedang atau zona oranye, tidak menutup kemungkinan operasional bioskop akan diizinkan kembali.

"Nanti kalau sudah oranye kita buka lagi," imbuhnya.

Lebih jauh, pembatasan aktivitas juga dilakukan di sejumlah tempat jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini. Termasuk, kegiatan di perhotelan yang juga kembali dibatasi. Hingga, dilarangnya kegiatan yang mengundang kerumunan massa seperti pesta tahun baru. Dalam hal ini, Sutiaji terus mengimbau agar masyarakat sejatinya untuk menyambut perayaan Tahun Baru 2021 mendatang dengan beraktivitas di rumah masing-masing.

"Terus hote-hotel juga harus diperketat, terus kita Tahun Baru yang tahun kemarin kita bisa menyaksikan kembang api sementara tahun ini tidak. Kerumunan orang kita batasi, mungkin cukup lihat tv di rumah masing-masing kali ini," tandasnya.

Baca Juga : Wisatawan Masuk Kota Malang Wajib Rapid Test Antigen

Untuk diketahui, hingga kemarin (Senin, 21/12/2020) Kota Malang mencatatkan total kasus Covid-19 sebanyak 3.294, ada penambahan 61 kasus baru. Rinciannya, sejumlah 306 orang meninggal dunia. Sebanyak 2.655 orang telah dinyatakan sembuh, dan 333 masih dalam pemantauan.

Penyumbang lonjakan kasus ini disinyalir dari empat klaster. Yakni, klaster perkantoran yang banyak bersentuhan publik. Kemudian, dunia pendidikan (perguruan tinggi), suspek Rumah Sakit yang naik status dan transmisi lokal (pergerakan antar daerah).


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Arifina Cahyati Firdausi

Editor

Dede Nana

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan

--- Iklan Sponsor ---