Tingginya kasus covid-19 di Jombang berdampak pada kapasitas ruangan isolasi di sejumlah rumah sakit rujukan covid-19 alami over load. Menyikapi hal itu, Pemkab Jombang berencana akan membuat rumah sakit darurat khusus pasien covid-19.
Berdasarkan data yang diperoleh wartawan, dua rumah sakit umum daerah (RSUD) di Jombang masing-masing mengalami over load. Yakni RSUD Jombang dan RSUD Ploso.
Baca Juga : Tujuh Warganya Positif Covid-19, Desa di Tulungagung ini Liburkan Warkop dan Jemaah Tahlil
Di RSUD Jombang, kapasitas ruang perawatan pasien covid-19 disediakan sebanyak 89 bed atau tempat tidur. Namun, kapasitas sebanyak itu nyatanya tidak mampu menampung pasien covid-19 yang setiap harinya masuk ke rumah sakit plat merah itu.
Dikatakan Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran, dalam setiap hari pasien covid-19 masuk hingga mencapai 14 orang. Hingga saat ini pun, dari total 89 bed sudah terisi semua. Sedangkan, masih ada 26 pasien yang terpaksa tertampung di ruang IGD khusus covid-19.
"Jadi memang over kapasitas kita semakin hebat. Kunjungan setiap hari mencapai 14 pasien yang terindikasi covid-19. Mulai dari suspek hingga terkonfirmasi positif covid-19. Hingga hari ini, 89 bed yang kita sediakan sudah penuh. Masih ada 26 pasien lagi yang tertahan di ruang IGD," ungkapnya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (17/12).
Sedangkan, kondisi serupa juga dialami oleh RSUD Ploso. Direktur RSUD Ploso dr Achmad Iskandar Dzulqornain menyebut, kapasitas ruangan untuk pasien covid-19 disiapkan sebanyak 31 bed atau tempat tidur. Namun, pasien covid-19 yang ia tangani mencapai 39 orang.
Itu artinya kapasitas ruangan di RSUD Ploso itu melebihi kapasitas. "Kalau kemarin sore itu dari 31 bed, pasien yang kita tangani sudah 39 orang. Sudah jauh dari kapasitas. Akhirnya kita harus menyiapkan ruang isolasi baru," tandasnya.
Kondisi seperti itu dibenarkan oleh Wakil Bupati Jombang Sumrambah. Menyikapi over kapasitas di sejumlah rumah sakit rujukan covid-19 itu, Pemkab Jombang berniat membuat rumah sakit darurat khusus covid-19.
Baca Juga : Mengenal Layanan Swab Antigen di UB, 30 Menit Hasil Keluar
Pemkab berencana akan memanfaatkan gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Pemkab Jombang di Jalan Dokter Sutomo. "Kita sudah putuskan mulai hari ini kita prepare untuk membuat rumah sakit darurat sebagai tambahan. Nanti kita tempatkan di Stikes yang dulu juga dipakai ruang isolasi mandiri," kata Sumrambah.
Menurut dia, rumah sakit darurat tersebut direncanakan akan selesai pada bulan Desember ini. Rencananya akan disiapkan tempat tidur sebanyak 100 bed untuk pasien kondisi sedang.
"Kita berharap kapasitas di angka 80-100 tempat tidur. Fasilitasnya akan kita lengkapi semuanya agar pasien merasa nyaman. Ini untuk pasien dalam kondisi sedang ke bawah. Ketika pasien yang membutuhkan perawatan dengan alat khusus maka tetap akan dirawat di rumah sakit," pungkasnya.